Badan Geologi Gandeng BIG Percepat Penyusunan One Map Policy

Minggu, 20 Mei 2018 - 10:01 WIB
Badan Geologi Gandeng...
Badan Geologi Gandeng BIG Percepat Penyusunan One Map Policy
A A A
JAKARTA - Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan penggunaan satu peta (one map policy), mengingat data spasial memiliki peran penting dalam menentukan dan mengintegrasikan lokasi pembangunan lintas sektor.

Sebagai dukungan terhadap percepatan kebijakan one map policy tersebut Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bekerja sama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama peningkatan kualitas data informasi geospasial.

"Melalui kebijakan satu peta akan mempermudah penyelesaian konflik yang timbul akibat tumpang tindih pemanfaatan lahan serta membantu penyelesaian batas daerah di seluruh Indonesia," kata Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar dalam siaran pers, Sabtu (19/5/2018).

Rudy menyampaikan, permasalahan ketidaksinkronan data spasial sering kali menjadi salah satu masalah yang menghambat pembangunan. Di sektor ESDM pemberian izin usaha pertambangan (IUP) kerap terbentur masalah konflik tumpang tindih wilayah lahan dengan sektor pertanian, dalam hal ini perkebunan kelapa sawit, yang utamanya disebabkan oleh informasi geospasial yang tidak akurat.

Dengan adanya kerja sama antara Badan Geologi dan BIG ini, lanjut Rudy, dapat terjalin sinergi dalam pemanfaatan, pengembangan, dan optimalisasi data dan informasi geospasial. "Hasilnya adalah ketersedian informasi geospasial di bidang geologi yang merupakan data dasar dalam rangka menyusun rencana tata ruang di suatu wilayah," ungkap Rudy.

Menurut Rudy, tersedianya peta spasial lintas sektor akan memudahkan Pemerintah dalam menyusun rencana pembangunan nasional kedepannya. "Terintegrasinya sistem data ini ini selaras dengan kebijakan one map policy sesuai Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta Pada Tingkat Ketelitian Peta Skala 1:50.000," lanjutnya.

Kepala BIG Hasanudin Z Abidin berharap dengan adanya kerjasama ini, maka tantangan tumpang tindih pemanfaatan lahan di sektor ESDM akan segera teratasi. Hasan berharap nantinya data peta tematik nonpemerintah juga bisa masuk ke Badan Geologi.

"BIG mendapatkan tantangan dari Menko Perekonomian agar ke depan peta-peta di lingkungan non pemerintahan bisa masuk ke dalam data pemerintahan dan sekarang ini peraturannya sedang dibuat," pungkas Hasanudin.

Sebelumnya, saat peluncuran portal aplikasi One Map ESDM, tahun lalu, Kementerian ESDM telah berhasil mengintegrasikan peta-peta tematik subsektor ESDM ke dalam sebuah portal informasi geospasial sektor ESDM yang terbuka dan dapat diakses oleh publik.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Memutus Korupsi dari...
Memutus Korupsi dari Hulu Ke Hilir, Optimalisasi Kebijakan One Map Policy PKH Sangat Penting
Think Policy Tingkatkan...
Think Policy Tingkatkan Partisipasi Masyarakat Dalam Perumusan Kebijakan Publik
Gairahkan Investasi...
Gairahkan Investasi Migas, Kementerian ESDM Siapkan Insentif dan Kebijakan Baru
Targetkan Investasi...
Targetkan Investasi Rp487 T di Sektor ESDM, Ini Jurus Pemerintah
Pemerintah Kaji Ulang...
Pemerintah Kaji Ulang Kelanjutan Harga Gas Murah bagi Industri
Soroti Pentingnya Integrasi...
Soroti Pentingnya Integrasi Data, BSKDN Perkuat Perannya sebagai Policy Hub
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
35 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
52 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
2 jam yang lalu
Infografis
Batas Aman Makan Kue...
Batas Aman Makan Kue Lebaran Biar Berat Badan Tidak Naik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved