Impor Komoditas Palestina, Mendag Pastikan Tak Ada Produk Israel

Rabu, 23 Mei 2018 - 17:41 WIB
Impor Komoditas Palestina,...
Impor Komoditas Palestina, Mendag Pastikan Tak Ada Produk Israel
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita memastikan, tidak ada produk Israel yang menyusup saat melakukan impor beberapa komoditas dari Palestina. Seperti diketahui Indonesia dan Palestina baru saja meneken kesepakatan perjanjian dagang dan kebijakan tanpa tarif untuk ekspor dan impor di antara kedua negara.
(Baca Juga: Bantu Palestina, RI Teken Kerja Sama Impor Kurma dan Minyak Zaitun )
Dia pun menjamin produk yang nanti di impor oleh Indonesia dari Palestina tidak akan tercampur dengan produk Israel. Mengingat, beberapa daerah Palestina sudah dikuasai oleh Israel.

"Kita minta yang dikirim itu dari Palestina. Tadi saya dengan Pak Menteri ngobrol panjang, aira saja mereka harus minta izin. Ambil air untuk konsumsi saja harus minta izin," jelas Mendag Enggartiasto Lukita di Kemendag, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Lebih lanjut, Ia menerangkan bakal berkomunikasi langsung dengan kementerian yang membidangi kerja sama ini di Palestina. Hal ini semata untuk menyeleksi, sehingga produk Israel tidak masuk ke Indonesia. "Kalau bicara itu, nanti kita seleksi. Jadi, produk yang dikirim oleh Palestina itu yang kami terima," tegasnya.

Untuk memastikan hal tersebut, Indonesia dan Palestina sama-sama akan menyusun daftar barang apa yang mereka butuhkan dalam perjanjian dagang ini. Sebagai tahap awal, Indonesia akan menerima produk berupa kurma dan minyak zaitun dari Palestina.

Enggar mengungkapkan, kementeriannya tidak menghitung potensi keuntungan Indonesia dalam perjanjian dagang ini. Karena, menurutnya perjanjian ini bukan semata urusan dagang melainkan juga wujud dukungan Indonesia terhadap Palestina lewat ekonomi. "Kita nggak peduli berapapun sebanyak apapun yang masuk. Kita nggak pakai hitungan, kita buka market, akses kita. Enggak hitung untung rugi, kalau sama Palestina," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Sertifikasi Bikin Seret...
Sertifikasi Bikin Seret Ekspor, Kemendag Lakukan Lobi-lobi
Indonesia dan Filipina...
Indonesia dan Filipina Perkuat Kerja Sama Perdagangan Digital
11 Perjanjian Dagang...
11 Perjanjian Dagang On Going, 4 di Antaranya Target Rampung 2021
Kemendag dan KBRI Canberra...
Kemendag dan KBRI Canberra Dorong Kerja Sama Perdagangan Bilateral
Sempat Tertunda 4 Tahun,...
Sempat Tertunda 4 Tahun, RI Mendorong Perundingan IT-CEPA Dilanjutkan
Berita Terkini
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
1 jam yang lalu
Pergantian Direksi Disorot,...
Pergantian Direksi Disorot, Mampukah Kejayaan Pelni Kembali?
1 jam yang lalu
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
1 jam yang lalu
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
1 jam yang lalu
Dibayangi Outflow Rp4,5...
Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif
2 jam yang lalu
Spesial, Investor Patriot...
Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
2 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Vladimir Putin...
7 Alasan Vladimir Putin Tak Bantu Iran Lawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved