Menko Darmin Pastikan Ekonomi RI Belum Lampu Kuning
Kamis, 24 Mei 2018 - 13:14 WIB
Menko Darmin Pastikan Ekonomi RI Belum Lampu Kuning
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan bahwa saat ini perekonomian Indonesia dalam kondisi masih baik-baik saja. Menurutnya, sangat berlebihan jika ada pihak yang mengatakan bahwa ekonomi Indonesia sudah masuk lampu kuning.
Dia mengatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) memang tengah berfluktuatif. Namun, hal tersebut tidak berarti pula bahwa ekonomi di Tanah Air tengah dalam krisis.
"Sebetulnya kalau ngomong lampu kuning ya agak berlebihan lah. Jangan karena kurs dolar bergerak, kemudian disimpulkan sudah mau krisis," katanya di Gedung Mahkamah Agung RI, Jakarta, Kamis (24/5/2018).
(Baca Juga: Sri Mulyani Bandingkan Kondisi Ekonomi 2018 dan Saat Krisis 1998 )
Menurutnya, ekonomi sebuah negara baru dikatakan krisis jika sektor riil juga ikut goyang dan memberikan dampak terhadap sektor moneter. Namun saat ini, dia meyakini hal tersebut tidak terjadi. "Kalau krisis itu sektor rillnya juga harus goyang. Yang kemudian memberi dampak pada sektor moneter, masih belum lah," imbuh dia.
Kendati demikian, mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini tak menampik bahwa situasi yang terjadi di global dan dalam negeri yang berhubungan dengan perekonomian tetap harus diwaspadai. "Tapi memang situasinya ya harus tetap diperhatikan, harus tetap dimonitor. Ya itu sepakat," tandasnya.
Dia mengatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) memang tengah berfluktuatif. Namun, hal tersebut tidak berarti pula bahwa ekonomi di Tanah Air tengah dalam krisis.
"Sebetulnya kalau ngomong lampu kuning ya agak berlebihan lah. Jangan karena kurs dolar bergerak, kemudian disimpulkan sudah mau krisis," katanya di Gedung Mahkamah Agung RI, Jakarta, Kamis (24/5/2018).
(Baca Juga: Sri Mulyani Bandingkan Kondisi Ekonomi 2018 dan Saat Krisis 1998 )
Menurutnya, ekonomi sebuah negara baru dikatakan krisis jika sektor riil juga ikut goyang dan memberikan dampak terhadap sektor moneter. Namun saat ini, dia meyakini hal tersebut tidak terjadi. "Kalau krisis itu sektor rillnya juga harus goyang. Yang kemudian memberi dampak pada sektor moneter, masih belum lah," imbuh dia.
Kendati demikian, mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini tak menampik bahwa situasi yang terjadi di global dan dalam negeri yang berhubungan dengan perekonomian tetap harus diwaspadai. "Tapi memang situasinya ya harus tetap diperhatikan, harus tetap dimonitor. Ya itu sepakat," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :