Banyak Target Meleset, Pemerintah Akan Ajukan APBNP 2018

Kamis, 24 Mei 2018 - 17:55 WIB
Banyak Target Meleset,...
Banyak Target Meleset, Pemerintah Akan Ajukan APBNP 2018
A A A
JAKARTA - Ketua Tim Ahli Wakil Presiden (Wapres) Sofjan Wanandi menyatakan bahwa pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) saat ini tengah mempersiapkan draf Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2018 untuk diajukan ke DPR. Pasalnya, banyak target dalam APBN 2018 yang meleset.

Dia mengatakan, saat ini Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati tengah mempersiapkan APBNP agar bisa diproses di parlemen. Namun, pemerintah juga tidak akan terlalu cepat untuk mengajukan perubahan tersebut.

"Sedang dipersiapkan Menteri Keuangan untuk dimasukkan ke dalam DPR (APBNP 2018). Tapi saya pikir nggak cepat, tergantung kebutuhannya saja," katanya di Gedung Mahkamah Agung RI, Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Saat ini, rencana untuk mengajukan APBNP 2018 telah dibahas di internal kabinet. Namun, sejauh ini belum ada keputusan resmi dari pemerintah terkait rencana tersebut. "Di internal sudah dibahas. Menteri Keuangan, intern kabinet juga sudah dibicarakan. Cuma belum ambil putusan mana yang terbaik," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani memaparkan mengenai realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018 hingga akhir April 2018. Dalam paparannya tersebut, dia menyatakan bahwa realisasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) serta harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) melesat dari target asumsi makro yang ada di APBN 2018.

Dia menyebutkan, dalam APBN 2018 pemerintah menargetkan nilai tukar mata uang Garuda berada di level Rp13.400 per USD. Namun pada kenyataannya, realisasi hingga akhir April 2018 lebih tinggi yaitu Rp13.631/USD. "Demikian juga ICP realisasinya USD64,1 per barel atau lebih tinggi dari asumsi yang sebesar USD48 per barel," katanya di Gedung Kemenkeu, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir April mencapai 5,06% atau masih di bawah target dalam APBN 2018 yang sebesar 5,4%. Dia berharap, pemerintah bisa mengejar target tersebut hingga akhir tahun.

"Kita perlu mengejar di kuartal II, III, dan IV. Karena adanya impor bahan baku dan barang modal, investasi, dan THR, gaji ke 13 diharapkan akan jaga momentum. Juga akselarasi belanja pemerintah juga cukup baik," imbuh dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sah, Laporan Pertanggungjawaban...
Sah, Laporan Pertanggungjawaban APBN 2019 Disetujui Banggar DPR
Reputasi RI Rusak Soal...
Reputasi RI Rusak Soal Menjaga Defisit APBN di Mata Dunia
Ini Kerangka Rancangan...
Ini Kerangka Rancangan APBN 2021
Pendapatan Negara Minus...
Pendapatan Negara Minus 12,4% Terbebani Guyuran Insentif
Sri Mulyani Pastikan...
Sri Mulyani Pastikan Daerah Kantongi Tambahan Dana Insentif
Realisasi Belanja Negara...
Realisasi Belanja Negara Bulan April Baru Mencapai Rp624 Triliun
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
31 menit yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
58 menit yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
1 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
1 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
2 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
3 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved