Wall Street Tergelincir Terimbas Kekhawatiran Perang Dagang

Jum'at, 01 Juni 2018 - 08:08 WIB
Wall Street Tergelincir...
Wall Street Tergelincir Terimbas Kekhawatiran Perang Dagang
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan Kamis, kemarin jatuh setelah Amerika Serikat (AS) bakal mengenakan tarif impor logam dari Kanada, Meksiko dan Uni Eropa. Hal tersebut memicu kekhawatiran munculnya perang dagang baru, lantaran aksi AS tersebut berpotensi mendorong langkah balas dendam dari beberapa mitra dagang mereka.

Meski begitu seperti dilansir Reuters, saham S & P 500, Dow Industrials dan Nasdaq untuk bulan ini memiliki persentase keuntungan terbesar sejak Januari. Indeks Russell 2000 yang lebih kecil karena terfokus di dalam negeri, memiliki persentase keuntungan bulanan terbesar sejak September.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan tarif 25% untuk impor baja dan 10% pajak impor aluminium dari sekutunya akan berlaku pada hari Jumat. Meksiko menanggapinya dengan menerapkan langkah-langkah serupa untuk peternakan AS dan produk industri seperti apel, anggur dan keju, serta baja.

Sementara, Kanada mengutarakan bakal memberlakukan tarif pembalasan atas ekspor AS senilai USD12,8 miliar untuk menantang tarif tinggi impor baja dan aluminium berdasarkan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara dan Organisasi Perdagangan Dunia.

Gesekan antara Amerika Serikat dan mitra dagangnya telah mengguncang pasar keuangan sejak Maret, saat Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk memberlakukan tarif logam. Iklim perdagangan membayangi data ekonomi yang menunjukkan pertumbuhan yang dipercepat dalam belanja konsumen AS.

Dow Jones Industrial Average (DJI) tercatat turun 251,94 poin atau 1,02% menjadi 24.415,84 ketika indeks S & P 500 kehilangan 18,74 poin yang setara 0,69% ke level 2.705,27. Sedangkan komposit Nasdaq lebih rendag 20,34 poin atau 0,27% di posisi 7.442,12.

Sepanjang bulan ini, indeks S & P meningkat sebesar 2,16% diikuti hasil positif Dow Jone yang bertambah 1,05% serta Nasdaq lebih tinggi 5,32%. Beberapa saham raksasa seperti Boeing Co (BA.N) dan Caterpillar Inc (CAT.N) tergelincir masing-masing 1,7% dan 2,3%.

Di sisi lain saham General Motors Co (GM.N) memimpin dengan persentase keuntungan tertinggi yakni melompat 12,9% setelah SoftBank Group Corp Jepang mengatakan akan menginvestasikan USD2,25 miliar. Volume perdagangan bursa saham AS mencapai 8,09 miliar saham dibandingkan rata-rata 6,63 miliar saham.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
3 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
3 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
4 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
4 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
4 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved