Rupiah Bergerak Merayap, IHSG Sesi Siang Menanjak ke Level 6.030
Senin, 04 Juni 2018 - 12:39 WIB
Rupiah Bergerak Merayap, IHSG Sesi Siang Menanjak ke Level 6.030
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang, Senin (4/6/2018) terlihat stabil. Tren pemulihan mata uang Garuda mengiringi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga terus membaik di zona hijau.
Menurut Yahoo Finance, rupiah hingga perdagangan sesi I berada di posisi Rp13.888/USD atau marayap dari penutupan sebelumnya di level Rp13.889/US. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.843-Rp13.896/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada di level Rp13.895/USD atau naik tipis dibandingkan penutupan Kamis, kemarin di posisi Rp13.896/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.860-Rp13.898/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan di level Rp13.872/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat dari posisi sebelumnya di level Rp13.951/USD.
Di sisi lain IHSG pada sesi I perdagangan masih berada di zona hijau dengan tambahan 46,62 poin atau 0,78% ke level 6.030,20. Pada sesi pagi bursa Tanah Air dibuka naik ke level 6.002,60 atau meningkat sebesar 0,32% sedangkan kemarin, IHSG ditutup jatuh 27,47 poin setara 0,46% menjadi 5.983,59.
Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan siang ini kebanyakan terus menjaga tren positif. Kenaikan tertinggi dicetak sektor infrastruktur mencapai 3.06% diikuti lompatan aneka industri 1,91% sedangkan pelemahan terdalam menimpa industri dasar 1,07%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,23 miliar dengan 5,51 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing Rp186,80 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,02 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,21 triliun. Tercatat 190 saham naik, 185 turun dan 123 saham mendatar.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII), PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) serta PT Indospring Tbk. (INDS). Selanjutnya, beberapa saham yang melemah di antaranya, PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS), PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) dan PT Mahaka Radio Integra Tbk. (MARI).
Menurut Yahoo Finance, rupiah hingga perdagangan sesi I berada di posisi Rp13.888/USD atau marayap dari penutupan sebelumnya di level Rp13.889/US. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.843-Rp13.896/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada di level Rp13.895/USD atau naik tipis dibandingkan penutupan Kamis, kemarin di posisi Rp13.896/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.860-Rp13.898/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan di level Rp13.872/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat dari posisi sebelumnya di level Rp13.951/USD.
Di sisi lain IHSG pada sesi I perdagangan masih berada di zona hijau dengan tambahan 46,62 poin atau 0,78% ke level 6.030,20. Pada sesi pagi bursa Tanah Air dibuka naik ke level 6.002,60 atau meningkat sebesar 0,32% sedangkan kemarin, IHSG ditutup jatuh 27,47 poin setara 0,46% menjadi 5.983,59.
Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan siang ini kebanyakan terus menjaga tren positif. Kenaikan tertinggi dicetak sektor infrastruktur mencapai 3.06% diikuti lompatan aneka industri 1,91% sedangkan pelemahan terdalam menimpa industri dasar 1,07%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,23 miliar dengan 5,51 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing Rp186,80 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,02 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,21 triliun. Tercatat 190 saham naik, 185 turun dan 123 saham mendatar.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII), PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) serta PT Indospring Tbk. (INDS). Selanjutnya, beberapa saham yang melemah di antaranya, PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS), PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) dan PT Mahaka Radio Integra Tbk. (MARI).
(akr)
Lihat Juga :