IHSG Sesi Pagi Menanjak Saat Bursa Asia Mixed
Selasa, 05 Juni 2018 - 09:26 WIB
IHSG Sesi Pagi Menanjak Saat Bursa Asia Mixed
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari kedua pekan ini, Selasa (5/6/2018) dibuka menanjak naik untuk meneruskan tren positif sejak awal pekan kemarin. IHSG dibuka ke level 6.035,09 dengan tambahan 20,27 poin atau 0,34%.
Kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup menguat dengan tambahan 31,23 poin atau 0,52% ke level 6.014,82. Sektor saham dalam negeri kebanyakan berada dalam jalur positif dipimpin lonjakan infrastruktur.
Sementara pada pagi ini, sektor tertinggi masih dicetak infrastruktur meski tidak terlalu besar yakni 0.86% diikuti lompatan pertambangan 0.48%. Satu-satunya sektor yang jatuh cukup dalam yaitu aneka industri usai kehilangan 0.55%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp34 miliar dengan 11 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing Rp2,95 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp19,29 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp22,25 miliar. Tercatat 29 saham naik, 5 saham turun dan 10 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT United Tractors Tbk. (UNTR) meningkat Rp325 menjadi Rp36.075, PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) naik Rp200 menjadi Rp45.600 serta PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) bertambah Rp100 ke posisi Rp8.775.
Selanjutnya saham yang melemah yakni PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) melemah Rp125 menjadi Rp22.800, PT Astra International Tbk. (ASII) turun Rp50 menjadi Rp6.950 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menyusut Rp75 ke posisi Rp8.400.
Seperti dilansir CNBC, pasar saham Asia dibuka bervariasu setelah Wall Street mencetak keuntungan di tengah kekhawatiran perdagangan yang kembali muncul antara Amerika Serikat dan mitra dagang mereka. Bursa utama Asia mixed dengan indeks patokan Jepang menjadi satu-satunya yang mampu merayap lebih tinggi.
Indeks Nikkei Jepang naik 0,54% dan Topix yang lebih luas marayap tipis 0,4%. Saham teknologi diperdagangkan lebih tinggi pada pagi hari, begitu juga dengan produsen baja, sedangkan sektor pertambangan dan minyak menurun.
Di tempat lain, indeks Kospi, Korea Selatan bergerak cenderung mendatar saat saham produsen mobil serta perbankan lebih rendah. Saham raksasa seperti Samsung Electronics tercatat sedikit tergelincir yakni mencapai sebesar 0,39%.
Bursa saham Australia ASX 200 turut merosot 0,49% di tengah kerugian hampir semua sektor. Di antaranya subindex energi turun 1,2% setelah jatuhnya harga minyak semalam, memimpin penurunan di pagi hari. Indeks saham MSCI untuk Asia Pasifik di luar Jepang melayang di sekitar garis datar, dimana perdagangan terakhir lebih rendah 0,04%.
Kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup menguat dengan tambahan 31,23 poin atau 0,52% ke level 6.014,82. Sektor saham dalam negeri kebanyakan berada dalam jalur positif dipimpin lonjakan infrastruktur.
Sementara pada pagi ini, sektor tertinggi masih dicetak infrastruktur meski tidak terlalu besar yakni 0.86% diikuti lompatan pertambangan 0.48%. Satu-satunya sektor yang jatuh cukup dalam yaitu aneka industri usai kehilangan 0.55%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp34 miliar dengan 11 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing Rp2,95 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp19,29 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp22,25 miliar. Tercatat 29 saham naik, 5 saham turun dan 10 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT United Tractors Tbk. (UNTR) meningkat Rp325 menjadi Rp36.075, PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) naik Rp200 menjadi Rp45.600 serta PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) bertambah Rp100 ke posisi Rp8.775.
Selanjutnya saham yang melemah yakni PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) melemah Rp125 menjadi Rp22.800, PT Astra International Tbk. (ASII) turun Rp50 menjadi Rp6.950 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menyusut Rp75 ke posisi Rp8.400.
Seperti dilansir CNBC, pasar saham Asia dibuka bervariasu setelah Wall Street mencetak keuntungan di tengah kekhawatiran perdagangan yang kembali muncul antara Amerika Serikat dan mitra dagang mereka. Bursa utama Asia mixed dengan indeks patokan Jepang menjadi satu-satunya yang mampu merayap lebih tinggi.
Indeks Nikkei Jepang naik 0,54% dan Topix yang lebih luas marayap tipis 0,4%. Saham teknologi diperdagangkan lebih tinggi pada pagi hari, begitu juga dengan produsen baja, sedangkan sektor pertambangan dan minyak menurun.
Di tempat lain, indeks Kospi, Korea Selatan bergerak cenderung mendatar saat saham produsen mobil serta perbankan lebih rendah. Saham raksasa seperti Samsung Electronics tercatat sedikit tergelincir yakni mencapai sebesar 0,39%.
Bursa saham Australia ASX 200 turut merosot 0,49% di tengah kerugian hampir semua sektor. Di antaranya subindex energi turun 1,2% setelah jatuhnya harga minyak semalam, memimpin penurunan di pagi hari. Indeks saham MSCI untuk Asia Pasifik di luar Jepang melayang di sekitar garis datar, dimana perdagangan terakhir lebih rendah 0,04%.
(akr)
Lihat Juga :