IHSG Dibuka Melesat ke Level 6.090, Bursa Asia Mixed
Rabu, 06 Juni 2018 - 09:43 WIB
IHSG Dibuka Melesat ke Level 6.090, Bursa Asia Mixed
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu (6/6/2018) dibuka masih bertahan di zona hijau. IHSG sesi pagi menguat 0,03% atau 2,80 poin menjadi 6.090,57.
Sementara pada perdagangan kemarin, ditutup meningkat 73,97 poin atau 1,23% menjadi 6.088,79. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan harga saham 180 dari 529 emiten yang sahamnya ditransaksikan.
Di sisi lain pada pagi ini, sektor saham dalam negeri terlihat bergerak variatif dipimpin kenaikan tertinggi sektor pertambangan 0,66% dan aneka industri yang naik 0,44%. Sektor yang melemah paling dalam yakni perdagangan dan infrastruktur dengan masing-masing berkurang 0,52% dan 0,38%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp327 miliar dengan 332 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp22,96 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp140,53 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp117,56 miliar. Tercatat 157 saham naik, 70 saham turun dan 103 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS) meningkat Rp85 menjadi Rp1.140, PT Indospring Tbk. (INDS) naik Rp80 menjadi Rp2.200 dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL) bertambah Rp40 ke posisi Rp2.580.
Selanjutnya beberapa saham yang melemah yakni PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) menyusut Rp175 menjadi Rp20.175, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) turun Rp125 menjadi Rp68.975 serta PT Mahaka Radio Integra Tbk. (MARI) kehilangan Rp100 ke posisi Rp1.200.
Seperti dilansir CNBC, pasar Asia sedikit bervariasi seiring dengan perkembangan perdagangan belakangan ini. Bursa saham Jepang dan Australia diperdagangkan sedikit lebih tinggi karena investor mencerna perkembangan terkait perdagangan dan pergerakan mixed Wall Street.
Indeks Nikkei 225 naik lebih tinggi sebesar 0,12% setelah saham energi mulai kembali pulih setelah mengalami penurunan dalam sesi terakhir, sementara saham konsumen tergelincir. Topix yang lebih luas berada di sekitar garis datar.
Sementara Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,41% hal tidak jauh berbeda juga terjadi di daratan China, saat komposit Shanghai tergelincir 0,19%. Bursa Australia, ASX 200 naik tipis 0,35% didukung kenaikan saham beberapa perusahaan tambang seperti Rio Tinto dan BHP, dengan masing-masing bertambah 2,28% dan 1,88%.
Sedangkan saham empat bank besar Australia diperdagangkan lebih rendah secara keseluruhan. Indeks saham MSCI untuk Asia Pasifik di luar Jepang justru terlihat menguat, ketika diperdagangkan 0,36% lebih tinggi dalam sesi pagi perdagangan Asia.
Sementara pada perdagangan kemarin, ditutup meningkat 73,97 poin atau 1,23% menjadi 6.088,79. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan harga saham 180 dari 529 emiten yang sahamnya ditransaksikan.
Di sisi lain pada pagi ini, sektor saham dalam negeri terlihat bergerak variatif dipimpin kenaikan tertinggi sektor pertambangan 0,66% dan aneka industri yang naik 0,44%. Sektor yang melemah paling dalam yakni perdagangan dan infrastruktur dengan masing-masing berkurang 0,52% dan 0,38%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp327 miliar dengan 332 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp22,96 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp140,53 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp117,56 miliar. Tercatat 157 saham naik, 70 saham turun dan 103 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS) meningkat Rp85 menjadi Rp1.140, PT Indospring Tbk. (INDS) naik Rp80 menjadi Rp2.200 dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL) bertambah Rp40 ke posisi Rp2.580.
Selanjutnya beberapa saham yang melemah yakni PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) menyusut Rp175 menjadi Rp20.175, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) turun Rp125 menjadi Rp68.975 serta PT Mahaka Radio Integra Tbk. (MARI) kehilangan Rp100 ke posisi Rp1.200.
Seperti dilansir CNBC, pasar Asia sedikit bervariasi seiring dengan perkembangan perdagangan belakangan ini. Bursa saham Jepang dan Australia diperdagangkan sedikit lebih tinggi karena investor mencerna perkembangan terkait perdagangan dan pergerakan mixed Wall Street.
Indeks Nikkei 225 naik lebih tinggi sebesar 0,12% setelah saham energi mulai kembali pulih setelah mengalami penurunan dalam sesi terakhir, sementara saham konsumen tergelincir. Topix yang lebih luas berada di sekitar garis datar.
Sementara Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,41% hal tidak jauh berbeda juga terjadi di daratan China, saat komposit Shanghai tergelincir 0,19%. Bursa Australia, ASX 200 naik tipis 0,35% didukung kenaikan saham beberapa perusahaan tambang seperti Rio Tinto dan BHP, dengan masing-masing bertambah 2,28% dan 1,88%.
Sedangkan saham empat bank besar Australia diperdagangkan lebih rendah secara keseluruhan. Indeks saham MSCI untuk Asia Pasifik di luar Jepang justru terlihat menguat, ketika diperdagangkan 0,36% lebih tinggi dalam sesi pagi perdagangan Asia.
(akr)
Lihat Juga :