Wall Street Jatuh Akibat Turunnya Saham Teknologi dan Keuangan

Kamis, 28 Juni 2018 - 09:17 WIB
Wall Street Jatuh Akibat...
Wall Street Jatuh Akibat Turunnya Saham Teknologi dan Keuangan
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan Rabu waktu setempat, karena penurunan saham teknologi dan keuangan. Melansir CNBC, Kamis (28/6/2018), indeks Dow Jones ditutup turun 165,52 poin menjadi 24.117,59 karena saham Intel mengalami kinerja terburuk.

Indeks S&P 500 mundur 0,9% menjadi 2.699,63 karena saham teknologi melemah 1,5%. Dan Nasdaq jatuh 1,5% menjadi 7.445,08, akibat jatuhnya saham Amazon sebesar 1,8% dan saham Alphabet--induk Google melemah 1,4%. Penurunan juga terjadi pada saham Facebook dan Netflix.

Senada dengan saham teknologi, saham keuangan mengalami kerugian dan mencatat rekor tekor 13 hari beruntun. Saham-saham Bank of America, JP Morgan Chase, Morgan Stanley, dan Citigroup semuanya jatuh sekitar 1%.

Pasar saham AS seperti halnya pasar saham di seluruh dunia kini mengalami naik turun bak roller-coaster dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini imbas dari ketegangan perdagangan antara AS dengan kekuatan ekonomi lainnya, selain China juga Uni Eropa.

Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengancam mengenakan tarif 20% terhadap semua produk mobil impor dari Uni Eropa. Trump menyatakan Uni Eropa juga harus memberi kelonggaran bagi masuknya produk mobil AS, jika tidak maka ia tidak punya pilihan selain melakukan tarif tersebut.

"Keprihatinan akan ketegangan perdagangan akan berada di sini (pasar saham) untuk beberapa waktu. Dan kini akan menunggu retorika perang dagang ini hingga ujian tengah semester," kata Kepala Penelitian di Cetera Investment Management Gene Goldman.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Kinerja Tumbuh Positif,...
Kinerja Tumbuh Positif, ASABRI Bukukan Kenaikan Aset 12,23% di 2025
42 menit yang lalu
Blok Masela Ditargetkan...
Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
57 menit yang lalu
Pasar Kripto Masih Sideways,...
Pasar Kripto Masih Sideways, Bittime Futures Bisa Jadi Alternatif Strategi
1 jam yang lalu
Antisipasi Risiko Sosial...
Antisipasi Risiko Sosial Tambang, Perusahaan Didorong Terapkan Standar Keberlanjutan Global
1 jam yang lalu
Dibuka Naik Tipis, IHSG...
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,24% ke 6.093
2 jam yang lalu
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
3 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved