Akankah RI jadi Importir Gas di 2040? Ini Jawaban Jonan

Kamis, 28 Juni 2018 - 22:03 WIB
Akankah RI jadi Importir...
Akankah RI jadi Importir Gas di 2040? Ini Jawaban Jonan
A A A
JAKARTA - Kebutuhan gas sebagai sumber energi di kawasan Asia, termasuk Indonesia, terus meningkat. Hal itu membuka kemungkinan berubahnya status Indonesia sebagai produsen gas menjadi importir di masa datang.

Pada acara 27th World Gas Conference (WGC), yang digelar pada 27 Juni 2018 waktu setempat di Walter E. Washington Convention Center, Washington DC, Amerika Serikat (AS), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menjawab kemungkinan tersebut.

Pertanyaan mengenai prediksi Indonesia menjadi importir gas mulai 2040 dilontarkan Nobuo Tanaka, Chairman The Sasakawa Peace Foundation dan mantan Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA) kepada Jonan yang menjadi salah satu pembicara kunci dalam konferensi tersebut.

Pada diskusi bertajuk "What Next for The Asia Pasific Gas Market", Menteri Jonan membenarkan bahwa permintaan gas di Asia memang akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi terutama di China, India, Korea Selatan, termasuk Indonesia.

Bahkan, ungkap Jonan, untuk kawasan ASEAN diperkirakan pada periode 2017-2035, dari kapasitas daya tambahan yang diperkirakan akan mencapai 270 Giga Watt (GW), 49 GW diantaranya akan disuplai dari gas.

"Di Indonesia, gas telah mengambil peran penting, dimana porsi gas dalam bauran energi akan meningkat menjadi 22% pada tahun 2025 dan 24% pada 2050. Saat ini, sekitar 62% gas Indonesia digunakan untuk domestik dengan sektor listrik dan industri sebagai konsumen gas terbesar, selain digunakan sebagai bahan baku dalam industri pupuk, LNG domestik, lifting, gas kota dan transportasi," ungkapnya seperti dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Kamis (28/6/2018).

Menteri ESDM menyatakan bahwa prediksi Indonesia menjadi importir gas di 2040bisa jadi benar. Namun, tegas dia, perlu dicatat bahwa Indonesia kini memiliki dua buah proyek gas andalan masa depan.

"Indonesia baru saja sepakat mengembangkan lapangan gas besar di Selat Makassar yaitu Indonesia Deepwater Development (IDD) oleh Chevron dan Blok Masela oleh Inpex dan Shell. Prediksi (IEA) tersebut mungkin belum mempertimbangkan hadirnya dua proyek besar ini," tutur Jonan.

Proyek IDD Chevron dan pengembangan lapangan Abadi di Blok Masela adalah dua proyek gas raksasa yang masuk dalam proyek strategis nasional. Dari Blok Masela dan proyek laut dalam (IDD) di lapangan Gendalo dan Gehem, Selat Makasar, Indonesia bisa mendapat tambahan pasokan gas yang cukup besar.

Namun, kendati kebutuhan gas domestik nantinya dapat terpenuhi dari produksi nasional, imbuh Jonan, Pemerintah Indonesia bukanlah anti impor gas. "Apabila produsen gas lokal tidak efisien dan memberikan harga yang mahal, maka pemerintah akan membuka keran impor," tandasnya.

WGC merupakan event tiga tahunan yang diselenggarakan oleh negara yang memegang tampuk presidensi International Gas Union. Di Washington, acara ini merupakan konferensi ke-27 setelah tiga tahun lalu digelar di Paris, Prancis. WGC dihadiri oleh pemimpin berpengaruh bidang energi, pengusaha dari berbagai negara, maupun anggota senat dan kongres AS.

Selain menjadi pembicara, dalam kunjungan ke AS ini, Menteri ESDM dan delegasi Indonesia juga menghadiri dialog antara menteri energi yang tergabung di APEC dengan CEO perusahaan LNG, pertemuan dengan US-ASEAN Bussiness Council, menghadiri CSIS-Pertamina Banyan Tree Leadership Forum, serta pertemuan dengan masyarakat Indonesia untuk menjelaskan perkembangan kinerja sektor minyak dan gas.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mengenal Ignasius Jonan,...
Mengenal Ignasius Jonan, Sosok Pembawa Perubahan KAI
Ignasius Jonan Resmi...
Ignasius Jonan Resmi Duduki Kursi Komisaris Unilever
Tekan Impor LPG, 4 Juta...
Tekan Impor LPG, 4 Juta Jargas Siap Disambungkan
Ignasius Jonan Mundur...
Ignasius Jonan Mundur dari Posisi Komisaris Independen Sido Muncul
Mantan Menteri Jokowi...
Mantan Menteri Jokowi Jabat Presiden Komisaris Perusahaan Pialang Asuransi Asing
Rambah Dunia TI, Ignasius...
Rambah Dunia TI, Ignasius Jonan Jadi Komut Anabatic Technologies
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
7 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
8 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
8 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
8 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
8 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
8 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved