Kekhawatiran Perang Dagang Berlanjut, Bursa Asia Tertekan

Selasa, 03 Juli 2018 - 11:02 WIB
Kekhawatiran Perang...
Kekhawatiran Perang Dagang Berlanjut, Bursa Asia Tertekan
A A A
TOKYO - Saham-saham di bursa Asia pada sesi perdagangan pagi berguguran di tengah rapuhnya sentimen pasar akibat kekhawatiran mengenai dampak perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan sejumlah China dan Eropa.

Para investor yang khawatir perang dagang akan mengganggu pertumbuhan ekonomi global sejak sebulan terakhir memilih untuk keluar dari aset yang dinilai berisiko.

Asia Pacific MSCI index ex-Japan pagi ini turun 0,66%, meski indeks Nikkei hampir tak berubah. Sementara di China, Shanghai Composite Index terpangkas 0,23%.

Bursa Shanghai di awal pekan ini merosot ke titik terendah dalam dua tahun, dan nilai tukar yuan ikut terpuruk menjelang diberlakukannya tarif oleh AS atas barang-barang impor dari China senilai USD34 miliar 6 Juli mendatang.

Beijing diketahui menyiapkan respons serupa dengan mengenakan tarif atas barang-barang impor dari AS. Perang dagang antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu dikhawatirkan pasar akan merusak pertumbuhan iklim perdagangan dan investasi global.

"Saya mendeteksi peningkatan kecemasan atas tensi perdagangan serta kekhawatiran akan pecahnya perang dagang terbuka, yang datang di saat buruk yaitu ketika ekonomi China tengah menurun dan pada saat yang sama ekonomi AS tengah meningkat," ujar Aninda Mitra, analis BNY Mellon Investment Management yang berbasis di Singapura seperti dikutip Reuters, elasa (3/7/2018).

Di awal pekan ini, yuan yang baru saja mengalami rekor terburuknya selama sebulan terakhir kembali kehilangan posisi terhadap dolar AS. Di perdagangan awal hari ini, tekanan terhadap yuan masih berlanjut.

Sementara di dalam negeri, berdasarkan data dari Limas, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada perdagangan kemarin berakhir di zona merah, kembali melemah di sesi awal perdagangan sebesar 90,83 poin atau 1,58% ke posisi 5.655,94. Sementara rupiah diperdagangkan di Rp14.428 per dolar AS.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Bikin Banyak...
Pandemi Bikin Banyak Perusahaan di Asia Pasifik Pilih 'Dansa' di Bursa
10 Negara yang Kena...
10 Negara yang Kena Tarif Impor Trump Terbesar, Mayoritas Negara-negara Asia
Perang Dagang Guncang...
Perang Dagang Guncang Pasar Global, Begini Gerak IHSG dalam Sepekan
Persatuan ASEAN-China...
Persatuan ASEAN-China Jadi Pertahanan Terbaik Asia dalam Hadapi Perang Dagang
Daya Beli Masyarakat...
Daya Beli Masyarakat Akan Pengaruhi Pergerakan Bursa Saham
BEI: Perang Israel-Iran...
BEI: Perang Israel-Iran Bikin Bursa Saham Asia Ambruk Berjamaah
Berita Terkini
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
59 menit yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
2 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
2 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
3 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
3 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
3 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved