Ekonom: Kenaikan Suku Bunga Picu Pertumbuhan Investasi

Selasa, 03 Juli 2018 - 22:29 WIB
Ekonom: Kenaikan Suku...
Ekonom: Kenaikan Suku Bunga Picu Pertumbuhan Investasi
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 4,5% dan suku bunga Lending Facility sebesar 50 bps juga menjadi 6%.

Menanggapi itu, ekonom Aviliani menilai keputusan pemerintah sudah tepat dalam menaikan suku bunga acuan sebesar 50 bps. Dengan kenaikan itu, dia memastikan akan mampu menyedot perhatian investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

"Sebenarnya sudah cukup baik kondisi sekarang. Dan karena kita masih membutuhkan aliran uang masuk maka dengan suku bunga yang tinggi bisa menjanjikan," ujarnya saat ditemui di Gedung Sindo, Jakarta, Selasa (3/7/2018).

Aviliani menambahkan, kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh Bank Indonesia merupakan langkah untuk menjaga kestabilan mata uang NKRI. Di mana gejolak ekonomi dunia, kata dia, tengah berlangsung pasca Bank Sentral AS menaikan suku bunga acuannya, Fed Fund Rate (FFR).

"Kalau basis point sampai 50%, itu sangat tepat karena The Fed sudah dua kali (menaikkan suku bunga), bahkan diprediksi bisa empat kali. Jadi kita masih menghadapi kenaikan suku bunga lagi," imbuhnya.

Bank Indonesia sendiri telah menaikkan suku bunga sebanyak dua kali di tahun ini, pertama pada bulan Mei dan kedua pada akhir pekan lalu. Dan BI masih memberi sinyal untuk kembali menaikkan suku bunga ke depan demi menstabilkan nilai tukar rupiah. Namun kenaikan suku bunga ini akan memengaruhi banyak hal, terutama di sektor riil.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jaga Nilai Tukar Rupiah...
Jaga Nilai Tukar Rupiah Stabil, BI Repo Rate Bakal Ditahan
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rupiah Berakhir Ambruk...
Rupiah Berakhir Ambruk ke Rp16.325 per Dolar AS usai BI Rate Dipangkas
BI-Rate Tetap di Level...
BI-Rate Tetap di Level 6,25 Persen
Masih Ada Ruang Penurunan...
Masih Ada Ruang Penurunan BI Rate, Ekonom: Asal Rupiah Jauh di Bawah Rp17.000
Rupiah Ambruk, Pemangkasan...
Rupiah Ambruk, Pemangkasan Suku Bunga Acuan BI Bakal Berisiko
Berita Terkini
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
15 menit yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
1 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
2 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
2 jam yang lalu
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
4 jam yang lalu
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
5 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved