Asumsi Makro Rancangan APBN 2019 Digodok Pemerintah dan DPR

Rabu, 11 Juli 2018 - 18:09 WIB
Asumsi Makro Rancangan...
Asumsi Makro Rancangan APBN 2019 Digodok Pemerintah dan DPR
A A A
JAKARTA - Asumsi Makro dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2019 disepakati oleh pemerintah dan DPR. Kesepakatan ini diperoleh saat Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menggelar rapat kerja (raker) dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR.

Hasil pertemuan Panja asumsi dasar membuahkan kesepakatan kebijakan fiskal, pendapatan, defisit dan pembiayaan, salah satunya yakni pertumbuhan ekonomi 2019 diproyeksi berada di kisaran 5.2%-5.6%. Angka pertumbuhan ini lebih rendah dari usulan awal yang diajukan pemerintah kepada DPR.

"Ini laporan yang lengkap, sangat sinkron dan harmonis dengan apa yang ingin kita capai melalui instrumen fiskal di tahun 2019," ujar Menkeu menanggapi hasil pembahasan di ruang rapat Banggar, Rabu (11/07/2018).

Selain itu, hasil kesepakatan lainnya yakni laju inflasi berkisar 2.5%-4.5% sedangkan nilai tukar rupiah dipatok pada kisaran Rp13.700-14.000 per dolar Amerika Serikat (USD) dan tingkat bunga SPN-3 bulan berkisar 4.6%-5.2%. Lebih lanjut diterangkan untuk harga minyak mentah, Panja sepakat memutuskan pada kisaran USD 60-70 per barrel, sedangkan lifting minyak dan gas bumi pada kisaran 1.932-2.105 ribu barel per hari.

Perkiraan tersebut berasal dari lifting minyak bumi sebesar 722-805 ribu barel per hari dan lifting gas bumi sebesar 1,21 hingga 1,30 juta barel setara minyak per hari. "Keseluruhan laporan ini akan sangat berguna bagi kami dalam menyusun nota keuangan. Ini adalah proses yang sangat baik bagi penyusunan RAPBN 2019," tukasnya.

Terakhir, Ketua Rapat menutup dengan menyatakan persetujuan atas hasil laporan Panja-Panja bakal dibawa ke Rapat Paripurna esok hari. "Ini suatu awal yang bagus dalam proses kita menyusun RAPBN 2019 sehingga kita bisa mendesain sebaik mungkin agar bisa menjadi instrumen yang menjaga kita semua dalam menghadapi ketidakpastian," tutup Menkeu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Realisasi Asumsi Makro...
Realisasi Asumsi Makro 2019 Banyak Meleset dari Target, Ini Alasannya
RAPBN 2021 Disetujui...
RAPBN 2021 Disetujui Banggar, Selanjutnya Meluncur ke Paripurna
Jokowi Beberkan Asumsi-Asumsi...
Jokowi Beberkan Asumsi-Asumsi Makro 2021
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi...
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi dalam RAPBN 2021
Ambyar, Sri Mulyani...
Ambyar, Sri Mulyani Akui Asumsi Makro Banyak Meleset
RAPBN 2021 Tinggal Diketok,...
RAPBN 2021 Tinggal Diketok, Sri Mulyani: Kita Ingin Pulih dan Bangkit
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
3 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
3 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
3 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
4 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
5 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved