BI Terus Dorong Pertumbuhan Kredit

Sabtu, 14 Juli 2018 - 18:14 WIB
BI Terus Dorong Pertumbuhan...
BI Terus Dorong Pertumbuhan Kredit
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus mendorong perbankan dalam menyalurkan kredit. Sejumlah pelonggaran kebijakan telah ditempuh agar penyaluran kredit sesuai sasaran di angka 10%-12%.

"Kalau secara keseluruhan, kredit Juni itu double digit naiknya meski ada dampak perubahan kurs. Maka dari itu, BI lakukan pelonggaran agar mendorong kredit lebih kencang lagi," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam keterangan resmi, Sabtu (14/7/2018). Pelonggaran yang pertama yakni pembebasan aturan maksimum nilai kredit (Loan to Value/LTV) untuk kredit rumah pertama semua tipe yang berlaku pada 1 Agustus 2018.

Dengan peraturan baru LTV, perbankan memiliki keleluasaan untuk memberikan syarat uang muka pembelian rumah pertama semua tipe. "Saya juga mau ucapkan terimakasih bagi developer dan perbankan karena mendukung kebijakan kita. Dengan begitu dapat meningkatkan kegiatan mereka sehingga akan dorong kredit ke depan," ungkapnya.

Kedua, pelonggaran Giro Wajib Minimum Primer (GWM-P Averaging) sudah naik dari 1,5% menjadi 2%. "Likuiditas kita kendorkan, sehingga kalau BI 7 day repo rate naik 50 bps jadi tidak harus diikuti dengan kenaikan suku bunga kredit dan deposito dalam negeri," paparnya.

Pelonggaran ketiga yakni, perbankan dalam pendanaannya tidak perlu hanya fokus dan terbatas pada Dana Pihak Ketiga (DPK) melainkan bisa menerbitkan obligasi, Medium Term Note (MTN) dan lainnya. Dengan demikian, dapat mendorong kegiatan ekonomi baik dari kredit perbankan dan pembiayaan dari pasar modal.

Sebelumnya, Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Filianingsih Hendarta juga menuturkan, pertumbuhan penyaluran kredit perbankan pada Juni 2018 masih akan di dua digit dan melebihi pertumbuhan bulan Mei 2018 yang sebesar 10,2% (yoy). Pertumbuhan kredit tersebut didorong oleh permintaan yang tinggi pada periode Ramadhan-Lebaran.

Sementara itu, pertumbuhan sumber pembiayaan di sektor properti menunjukan tren yang meningkat selama setahun terakhir, terutama ditopang oleh pertumbuhan kredit properti yang berasal dari dalam negeri. Total pembiayaan properti pada Mei 2018 tercatat Rp840,3 triliun, atau meningkat 11,4% (yoy).

"Pembiayaan properti terutama ditopang oleh kredit properti dalam negeri (pangsa 88,3%), diikuti dengan Utang Luar Negeri (9,6%), dan Surat Berharga (2,1%)," imbuh dia.

Direktur Group Risiko dan Stabilitas Keuangan LPS Doddy Ariefianto menambahkan, hingga akhir tahun ini, pertumbuhan kredit diperkirakan akan berkisar di level 10%. Menurut dia, pemulihan pertumbuhan kredit akan terus berlanjut secara bertahap, namun terdapat risiko perlambatan akibat proses penyesuaian tingkat bunga baik disisi dana maupun kredit oleh perbankan.

"Dalam hal ini, adanya kenaikan bunga acuan yang cukup besar dalam waktu singkat berpotensi mempengaruhi pola penyaluran kredit dan dana sebab potensial mempengaruh target kinerja Net Interest Margin (NIM)," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI: Relaksasi Rasio...
BI: Relaksasi Rasio LTV Sukses Dongkrak Kredit Properti
BI Ungkap Perusahaan...
BI Ungkap Perusahaan Terus Tingkatkan Utangnya ke Bank
BI Prediksi Pertumbuhan...
BI Prediksi Pertumbuhan Kredit Sisa 2024 Tetap Berada di Kisaran 10-12 Persen
Penyaluran Kredit Bank...
Penyaluran Kredit Bank Naik di Agustus 2023, BI Ungkap Penyebabnya
Penurunan Bunga Kredit...
Penurunan Bunga Kredit Bank Lamban, BI Bersiap Lakukan Ini
BI Ungkap Banyak Rumah...
BI Ungkap Banyak Rumah Tangga Ogah Tambah Utang dari Bank
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
5 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
7 jam yang lalu
Infografis
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global pada 2024-2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved