Bea Cukai Sosialisasikan Aturan Kepabeanan untuk Pelancong

Selasa, 17 Juli 2018 - 17:01 WIB
Bea Cukai Sosialisasikan...
Bea Cukai Sosialisasikan Aturan Kepabeanan untuk Pelancong
A A A
JAKARTA - Bagi masyarakat, khususnya para pelancong antarnegara, aturan kepabeanan terkait barang bawaan penumpang dan barang kiriman merupakan dua kebijakan pemerintah yang kerap dibahas. Pasalnya, aktivitas para pelancong dapat dipastikan selalu bersinggungan dengan kedua aturan tersebut.

Demi menambah pemahaman dan kepatuhan masyarakat, khususnya para pelancong, Bea Cukai menyosialisasikan aturan barang bawaan penumpang dan barang kiriman kepada ASITA (Associaton of The Indonesian Tours and Travel Agencies), dalam sebuah acara bertajuk "ASITA Goes to Customs 2018”, pada Selasa (17/7/2018), di Kantor Pusat Bea Cukai.

Kasubdit Humas Bea Cukai Deni Surjantoro menjelaskan, Bea Cukai menyasar ASITA yang merupakan perkumpulan yang mewadahi pengusaha atau pelaku usaha di bidang jasa perjalanan wisata di Indonesia karena pihaknya menyadari bahwa selain berfungsi untuk memajukan sektor pariwisata, ASITA juga memiliki tugas dan fungsi mengumpulkan dan menyebarluaskan informasi mengenai kebijakan pemerintah dan ketentuan lain di bidang usaha perjalanan wisata.

"Termasuk dua aturan kepabeanan yang bersinggungan langsung dengan para traveler, yaitu aturan barang bawaan penumpang dan barang kiriman," kata Deni Surjantoro dalam siaran pers.

Dalam acara yang menghadirkan Kepala Seksi Impor Direktorat Teknis Kepabeanan, Anju Hamonangan Gultom dan Kepala Seksi Ekspor Teknis Kepabeanan, Dedi Rohmansyah, hadir 33 perusahaan anggota ASITA. Tak hanya para anggota ASITA, acara ini pun diramaikan oleh para anggota komunitas Bacpacker Internasional, sebuah komunitas yang beranggotakan para pejalan mandiri atau berkelompok yang tidak melibatkan agen-agen wisata atau perjalanan.

Dalam pemaparannya, Anju Hamonangan menjelaskan bahwa barang pribadi penumpang yang tiba sebelum atau sesudah kedatangan penumpang dapat disebut sebagai barang pribadi penumpang sepanjang dapat dibuktikan kepemilikannya dengan menggunakan paspor dan boarding pass yang bersangkutan serta tidak melebihi batasan waktu kedatangan yang dipersyaratkan dalam ketentuan.

"Semua orang yang datang dari luar negeri diharapkan mengisi Customs Declaration, yaitu pemberitahuan pabean atas barang impor yang dibawa oleh penumpang atas awak sarana pengangkut. Barang penumpang dibebaskan dari kewajiban pabean serta pajak dalam rangka impor lainnya, jika nilai barang yang dibawa kurang dari FOB USD500 per orang. Jika nilai barang tersebut melebihi FOB USD500 per orang, maka dipungut bea masuk dan pajak dalam rangka impor," lanjutnya.

Adapun pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI) serta pembebasan cukai diberikan terhadap barang awak sarana pengangkut yang nilai pabeannya tidak melebihi FOB USD50 untuk setiap kedatangan, barang awak sarana pengangkut yang merupakan barang kena cukai dengan jumlah paling banyak 40 batang sigaret, 10 batang cerutu, atau 40 gram tembakau iris dan 350 mililiter minuman mengandung etil alkohol.

Untuk aturan barang kiriman, Dedi Rohmansyah menuturkan prosedur pengiriman barang impor untuk perorangan dapat dilakukan melalui pos atau perusahaan jasa titipan (PJT). Ketentuan mengenai impor barang kiriman diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No 182/PMK.04/2016 tentang Ketentuan Impor Barang Kiriman.

"Ketentuan perpajakannya, barang kiriman yang nilainya kurang dari FOB USD100 per orang per kiriman, dibebaskan dari kewajiban pembayaran bea masuk dan PDRI, sedangkan jika lebih FOB USD100 dipungut bea masuk dan PDRI secara keseluruhan," paparnya.

Tak sekadar menerima paparan materi terkait kedua aturan, di akhir acara para peserta sosialisasi juga berkesempatan menyaksikan secara langsung aksi unit anjing pelacak K-9 Bea Cukai yang sontak mengundang decak kagum atas kejeliannya mengidentifikasi narkotika.

"Sesi ini menjadi simulasi pemeriksaan narkotika yang berlangsung di bandar udara dan pelabuhan internasional, sebagai bukti pelaksanaan tugas dan fungsi Bea Cukai sebagai community protector," pungkas Deni Surjantoro.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Adakan Sosialisasi Kepabeanan,...
Adakan Sosialisasi Kepabeanan, Bea Cukai Bahas Ketentuan IMEI hingga MITA Kepabeanan dan AEO
Periksa Pegawai Bea...
Periksa Pegawai Bea Cukai yang Sempat Terjaring OTT, KPK Usut Kegiatan Kepabeanan
Bea Cukai Luncurkan...
Bea Cukai Luncurkan Inisiatif Jaminan Nontunai Elektronik: Wujud Transformasi Digital dan Efisiensi Kepabeanan
Bea Cukai Tetap Berikan...
Bea Cukai Tetap Berikan Perizinan Fasilitas Kepabeanan
29 Kapal Yacht Berbendera...
29 Kapal Yacht Berbendera Asing Disegel, Bea Cukai: Langgar Kepabeanan dan Pajak
Aturan Baru Kepabeanan...
Aturan Baru Kepabeanan Berlaku 1 April 2026, Ini Mekanismenya
Berita Terkini
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
16 menit yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
28 menit yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
48 menit yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
1 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pimpin Pengembangan Ekosistem SAF di ASEAN
1 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved