Sektor Perumahan Melambat, REI Minta Kebijakan DP Disosialisasikan

Kamis, 19 Juli 2018 - 14:26 WIB
Sektor Perumahan Melambat,...
Sektor Perumahan Melambat, REI Minta Kebijakan DP Disosialisasikan
A A A
BANDUNG - Real Estat Indonesia (REI) meminta pemerintah tidak membuat kebijakan perumahan yang membingungkan pengusaha atau masyarakat yang mengakibatkan perlambatan sektor properti. Tercatat pada kuartal pertama 2018, kinerja sektor perumahan di Jabar melambat.

Ketua REI Jabar Joko Suranto mengatakan, pihaknya mencatat terjadi anomali pada penjualan rumah bersubsidi (40%) di bawah hunian komersial (60%). Padahal biasanya, realisasi hunian komersial selalu di bawah rumah bersubsidi.

“Artinya, ini mestinya menjadi pertimbangan Kementerian PUPR agar tidak membuat aturan yang tidak rijit. Buktinya, akibat adanya aturan baru realisasi perumahan sempat terhambat pada triwulan 1/2018,” jelas dia Joko, Kamis (19/7/2018).

Menurut dia, melambatnya penjualan rumah di awal tahun juga tak lepas daur perubahan ketentuan yang tidak tersosialisasikan. Misalnya kewajiban mendaftar di Kementerian PUPR terhadap pengembangan yang menggunakan KPR.

“Kami mendukung ada perubahan ke arah lebih baik. Tapi jangan seketika dan mesti di sosialisasikan dulu. Karena bisnis tidak bisa langsung on off. Harus ada penyesuaian,” kata dia.

Dia berharap, ke depan sektor properti di Jabar bisa kembali tumbuh. Dia berharap ada perbaikan daya beli masyarakat. “Hal yang berkaitan high cost ekonomi juga harus dipangkas. Ada kebijakan yang berpihak ke masyarakat. Jangan buat (kebijakan) aneh-aneh seperti kemarin lagi. Misalnya mau ada pajak deviden ditahan, sehingga orang takut berusaha dan transaksi. Semua harus fokus baikan pertumbuhan,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabar Sarwono mengaku, kebijakan DP 0% untuk rumah pertama cukup bagus. Karena akan mendorong kepemilikan rumah bagi masyarakat.

“Saat ini, rumah paling banyak mendapat pendanaan perbankan adalah tipe 22 dan 70. Paling besar ke Karawang. Sementara perbankan yang paling banyak menyalurkan KPR adalah BTN sebesar Rp50 triliun dari total penyaluran KPR Rp91 triliun. Walaupun kami berharap bank lain bisa meningkatkan kinerja KPR, tetapi tetap harus hati-hati. Karena kalau tidak didukung manajemen risiko yang baik akan berbahaya,” timpal dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penjualan Properti Menurun,...
Penjualan Properti Menurun, Tapi Rumah di Bawah Rp1,5 M Masih Laku Keras
50 Pengembang Bersaing...
50 Pengembang Bersaing Jadi yang Terbaik di Ajang PropertyGuru Indonesia Awards
REI : Pandemi Covid-19...
REI : Pandemi Covid-19 Menghadirkan Tren Hunian Baru di Indonesia
Waketum REI Ikang Fawzi:...
Waketum REI Ikang Fawzi: Era Covid-19 Bikin Konsumen Lebih Cerdas Belanjakan Uang
Kelas Menengah Milenial...
Kelas Menengah Milenial Dominasi Pembelian Properti Residensial
Soesilo Efendy resmi...
Soesilo Efendy resmi terpilih jadi Ketua DPD REI Jatim 2020-2023
Berita Terkini
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
10 menit yang lalu
Dorong Literasi Finansial...
Dorong Literasi Finansial dan AI, IPOT Jawab Tantangan Makro Gen Z
24 menit yang lalu
Krakatau Posco Tanamkan...
Krakatau Posco Tanamkan Budaya Keselamatan kepada Generasi Muda
38 menit yang lalu
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
52 menit yang lalu
BCA Buka Pendaftaran...
BCA Buka Pendaftaran Beasiswa PPBP dan PPTI Tahun Ajaran 2027
1 jam yang lalu
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
1 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved