Momentum Pertumbuhan Industri Harus Dijaga

Rabu, 01 Agustus 2018 - 01:11 WIB
Momentum Pertumbuhan...
Momentum Pertumbuhan Industri Harus Dijaga
A A A
JAKARTA - Momentum pertumbuhan industri harus dijaga untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pada triwulan I/2018, industri manufaktur nasional skala besar dan sedang di dalam negeri mengalami peningkatan produksi sebesar 0,88%, lebih tinggi dibanding kuartal IV/2017 secara quarter to quarter (q-to-q) dan tumbuh 5,01% dari kuartal I-2017 secara year on year (yoy).

Ekonomi Senior Center of Reform on Economics (CORE) Ina Primiana mengatakan, industri manufaktur memang mengalami pertumbuhan meskipun masih jauh dari target yang ditetapkan pada Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) di tahun 2015, yaitu 6,8%. "Memang ada permulaan yang baik. Berdasarkan Purchasing Manager Index (PMI) Indonesia sudah di atas 50 meski di Juni mengalami penurunan. Namun, jenis industri yang tumbuh berubah-ubah, tidak konsisten, baik yoy ataupun qtoq," ujarnya di Jakarta, Selasa (31/7).

Ina menuturkan, pertumbuhan yang terjadi pada industri bisa didorong oleh beberapa faktor. Beberapa program yang dijalankan pemerintah untuk mendorong industri sudah mulai menunjukkan hasil. "Ada kenaikan nilai investasi, pembangunan kawasan industri di luar Pulau Jawa, program hilirisasi, kebijakan pembangunan tenaga industri. Asumsi awal terjadi efek positif terhadap program-program yang telah dijalankan pemerintah pada tahun 2017, khususnya di Indonesia Timur," jelasnya.

Menurut dia, ada ketidaksesuaian antara industri yang tumbuh dengan pohon industri RIPIN. Selain itu, tidak terjadinya linkage antara jenis industri besar dan sedang yang tumbuh dan industri mikro dan kecil yang tumbuh. Industri mikro dan kecil tidak menjadi value chain dari industri besar dan sedang. "Artinya, industri besar dan sedang masih mengandalkan impor. Padahal yang bagus ketika industri mikro dan kecil ini bisa menjadi pemasok industri besar," ungkapnya.

Lebih lanjut Ia menuturkan produk yang diekspor juga masih belum berasal seluruhnya dari produk industri yang tumbuh tinggi. Hal ini menunjukkan industri yang tumbuh baru memenuhi permintaan domestik. "Artinya industri yang tumbuh tidak bisa memenuhi kebutuhan ekspor tapi masih memenuhi kebutuhan pasar domestik. Bisa saja daya saing industri kita rendah," tuturnya.

Ia menambahkan, perlu dilakukan evaluasi terhadap semua program untuk mengetahui program mana yang paling memberikan dampak terhadap geliat pertumbuhan industri. "Perlu dilakukan evaluasi terhadap industri-industri yang diunggulkan pada RIPIN tapi tidak menunjukkan kinerja yang baik," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PMI Agustus Tembus Level...
PMI Agustus Tembus Level 50, Apakah Tanda Industri Manufaktur Mulai Pulih?
Sektor Industri Manufaktur...
Sektor Industri Manufaktur Siap Memasuki Era New Normal
Teknologi Digital Datangkan...
Teknologi Digital Datangkan Cuan, Sektor Industri Jangan Gaptek
Kuartal I, Sektor Industri...
Kuartal I, Sektor Industri Beri Sumbangan 19,98% ke PDB
Implementasi Harga Baru...
Implementasi Harga Baru Gas Dorong Ekspansi Sektor Manufaktur
Imbas Covid-19, Menperin...
Imbas Covid-19, Menperin Sebut Pertumbuhan Industri Hanya Berkisar 0,7%
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
17 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
41 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
47 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global pada 2024-2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved