Tenaga Kerja AS Tumbuh Melambat di Periode Juli 2018

Sabtu, 04 Agustus 2018 - 04:07 WIB
Tenaga Kerja AS Tumbuh...
Tenaga Kerja AS Tumbuh Melambat di Periode Juli 2018
A A A
WASHINGTON - Sektor tenaga kerja Amerika Serikat (AS) menunjukkan perlambatan dimana jumlah pekerja pada periode Juli 2018 sebesar 157.000 atau 33.000 lebih sedikit dari yang diperkirakan sebelumnya. Angka tersebut juga jauh di bawah 248.000 yang dicapai pada bulan Juni, lalu.

Seperti dilansir BBC, para ekonomi memperkirakan bahwa penambahan jumlah pekerjaan bakal mendekati 190.000 untuk bulan ini. Sementara tingkat pengangguran turun dari 4,0% menjadi 3,9% pada Juli, seperti disampaikan Departemen Tenaga Kerja AS atau mendekati posisi terendah 18 tahun yang dicapai pada bulan Mei.

Prediksi sebelumnya sektor tenaga kerja diyakini bakal naik untuk bulan Mei dan Juni direvisi lebih tinggi, menjadi 268.000 dan 248.000 untuk masing-masing. Angka-angka sektor tenaga kerja Negeri Paman Sam -julukan AS- mengiringi data pekan lalu yang menunjukkan ekonomi AS pada tingkat tahunan tumbuh 4,1% pada kuartal kedua tahun ini.

Pertumbuhan Stabil

Data Departemen tenaga kerja Amerika Serikat (AS) juga menunjukkan rata-rata penghasilan pekerja per jam meningkat 0,3% pada bulan Juli menjadi USD27,05 yang berarti mengalami kenaikan sebesar 2,7% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Peningkatan upah per jam sebagian merupakan hasil dari pasar tenaga kerja yang dirampingkan, di mana ada hampir 6,6 juta pekerjaan tidak terisi di seluruh negara.

Keuntungan yang didapatkan tenaga kerja terjadi di sektor manufaktur barang tahan lama dan sektor kesehatan serta di sektor perhotelan, tetapi sangat menurun di ritel mainan dan game. Kepala Ekonom di Pantheon Economics yakni Ian Shepherdson, mengungkapkan bahwa data yang diumumkan terlihat "lebih baik daripada yang terlihat".

Pada intinya terang dia terjadi tren penambahan dalam tiga bulan terakhir sebesar 200.000 pekerja per bulan. Dia juga memperkirakan bahwa angka-angka itu tidak akan mendorong Federal Reserve AS atau Bank Sentral keluar dari jalur kenaikan suku bunga secara stabil.

"Secara keseluruhan, angka-angka ini tidak akan mengubah rencana Fed, kecuali data selama beberapa minggu ke depan tiba-tiba berubah menjadi buruk. The Fed akan menaikkan lagi (suku bunga acuan) bulan depan," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Klaim Pengangguran AS...
Klaim Pengangguran AS Ditaksir Capai 20 Juta Orang Imbas Corona
Ekonomi AS Diperkirakan...
Ekonomi AS Diperkirakan Mulai Pulih di Paruh Kedua 2020
Tujuh Kebijakan Ekonomi...
Tujuh Kebijakan Ekonomi yang Akan Diambil Joe Biden
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Jatuh Terseret Pelemahan Saham Keuangan
Ekonomi AS Panas Dingin...
Ekonomi AS Panas Dingin Diterpa Panasnya Suasana Pemilihan Presiden
Joe Biden Bicara Tentang...
Joe Biden Bicara Tentang Ekonomi AS
Berita Terkini
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
8 menit yang lalu
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
22 menit yang lalu
Kapitalisasi Pasar Tembus...
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp2,74 Triliun, CST Token Pacu Pengembangan Infrastruktur Digital
49 menit yang lalu
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan...
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan Produk Turunan Kakao EastFood Indonesia 2026
56 menit yang lalu
8 Bank Bangkrut Sepanjang...
8 Bank Bangkrut Sepanjang Januari-Juni 2026, Ini Daftarnya
1 jam yang lalu
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
1 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved