Sri Mulyani: Defisit Neraca Perdagangan Masih Jadi PR

Selasa, 07 Agustus 2018 - 14:15 WIB
Sri Mulyani: Defisit...
Sri Mulyani: Defisit Neraca Perdagangan Masih Jadi PR
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, perekonomian Indonesia kuartal II/2018 tumbuh sebesar 5,27% (year-on-year/yoy). Pertumbuhan ekonomi juga lebih tinggi dibandingkan kuartal I/2018 yang hanya sebesar 5,06%.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kendati ekonomi tumbuh, pemerintah masih memiliki banyak pekerjaan rumah (PR). Khususnya adalah neraca perdagangan yang masih defisit.

"Pertumbuhan 5,27% itu disertai neraca perdagangan kita yang masih defisit. Kita tumbuh tapi impor lebih banyak," ujar Menkeu di acara Gathering Eksportir Indonesia di Kantor Pusat Ditjen Bea dan Cukai, Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Karena itu, Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memperbaiki neraca perdagangan dengan mengurangi impor dan memperbanyak eskpor.

"Ekspor kita enggak setinggi impornya, dan Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan. Itu yang perlu kita perbaiki," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan memperkirakan neraca perdagangan Indonesia pada Juli kembali defisit.

Menurut Oke, kinerja perdagangan Indonesia saat ini memang kurang bergairah. Tercatat, neraca perdagangan nasional dari enam bulan pertama tahun ini, empat bulan di antaranya mengalami defisit.

Sementara, pertumbuhan ekonomi di kuartal II/2018 tercatat ditopang oleh kenaikan harga komoditas baik migas dan nonmigas. Pertumbuhan lapangan usaha industri pengolahan, perdagangan dan pertanian juga turut mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Surplus,...
Neraca Perdagangan Surplus, Pemerintah Respon Positif
Sri Mulyani Soroti Kinerja...
Sri Mulyani Soroti Kinerja Perdagangan di Tengah Pandemi Covid-19
Neraca Dagang Surplus,...
Neraca Dagang Surplus, Sri Mulyani Optimis Ekonomi Bangkit di Kuartal III/2020
Neraca Dagang Surplus,...
Neraca Dagang Surplus, Tiga Menteri Ekonomi Jokowi Dipuji
Ekspor Impor Kontraksi,...
Ekspor Impor Kontraksi, Akibatnya Neraca Dagang Surplus Terus
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
19 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
35 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
2 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved