Wall Street Berakhir Variatif Saat Indeks S&P Berbalik Melemah

Jum'at, 10 Agustus 2018 - 08:32 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Variatif Saat Indeks S&P Berbalik Melemah
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan Kamis, kemarin waktu setempat berakhir variatif saat Dow Jones dan indeks S & P 500 menyusut di sesi penutupan. Raihan positif saham Apple dan Amazon, diimbangi oleh kerugian yang dicetak saham energi.

Dow Jones Industrial Average tercatat jatuh 74,52 poin atau 0,29% menjadi untuk 25.509,23 saat indeks S & P 500 kehilangan 4,12 poin setara 0,14% ke level 2.853,58. Sedangkan komposit Nasdaq bertambah 3,46 poin atau 0,04% di posisi 7.891,78.

Beberapa saham yang mengalami kejatuhan di antaranya Tesla Inc (TSLA. O) melemah ke posisi terburuk dalam dua hari dan berakhir turun 4,8%. Indeks S & P 500 yang sedikit tergelincir mendekati rekor tertinggi pada 26 Januari, begitu juga dengan Nasdag berada dalam jalur tertinggi sepanjang masa.

Sektor teknologi mulai melakukan pemulihan secara tajam dalam bursa saham AS sejak Februari, lalu. Tercatat saham Apple naik 0,8% sedangkan Amazon (AMZN. O) lebih tinggi 0,6%.

Hambatan terbesar pada indeks S & P 500 yakni Booking Holdings (BKNG.O) yang jatuh 5% setelah memperkirakan laba kuartal ketiga di bawah ekspektasi. Selanjutnya Rite Aid (RAD.N) turun 11,5% setelah ritel toko obat dan toko kebutuhan rumah tangga AS Albertsons Cos ABS.N setuju untuk mengakhiri perjanjian merger.

Penurunan sektor paling tajam yakni energi mencapai 0,9%. Saham dengan mengalami tekanan di antaranya Occidental Petroleum (OXY.N) turun 4,2% setelah mempertahankan proyeksi produksi yang mendatar untuk tahun ini. Indeks keuangan S & P juga lebih rendah 0,6%.

Saham produsen chip jatuh setelah Morgan Stanley menurunkan peringkat industri semikonduktor AS. Data terbaru menunjukkan kekuatan di pasar tenaga kerja, menggarisbawahi kesehatan ekonomi AS meskipun ketegangan perdagangan sedang berlangsung.

Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran tiba-tiba turun pekan lalu, berdasarkan laporan Departemen Tenaga Kerja AS. Volume perdagangan pasar saham AS mencapai sekitar 5,9 miliar saham yang lebih rendah bila dibandingkan dengan 6,3 miliar rata-rata harian menurut data Thomson Reuters.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Bahlil Heran Pasokan...
Bahlil Heran Pasokan Batu Bara ke PLN Habis di Tengah Tahun, Pengusaha Dilarang Ekspor!
10 menit yang lalu
Purbaya dan Kepala BGN...
Purbaya dan Kepala BGN Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Bedah Anggaran?
1 jam yang lalu
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
1 jam yang lalu
IPOT Edukasi Transformasi...
IPOT Edukasi Transformasi AI dan Literasi Finansial ke Generasi Muda eSports
2 jam yang lalu
Lebih dari 20.000 ATM...
Lebih dari 20.000 ATM Terhubung, Layanan Tarik Tunai Gratis Dorong Inklusi Keuangan Masyarakat
2 jam yang lalu
IHSG Sesi Siang Berbalik...
IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
3 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved