Ini Penyebab Investasi Korea Selatan Berkurang di Indonesia

Selasa, 14 Agustus 2018 - 19:54 WIB
Ini Penyebab Investasi...
Ini Penyebab Investasi Korea Selatan Berkurang di Indonesia
A A A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) pada kuartal II/2018 mencapai Rp176,3 triliun, angka ini turun 4,9% dibandingkan kuartal I/2018 sebesar Rp185,3 triliun.

Selain realisasi investasi yang menurun, juga terjadi pergeseran negara-negara yang menginvestasi modalnya ke Indonesia. Bila sebelumnya lima besar investasi asing di Indonesia didominasi Jepang, Singapura, Republik Rakyat China, Korea Selatan dan Swiss, maka pada kuartal II/2018, posisinya berubah.

Korea Selatan yang selama ini berinvestasi besar di Indonesia, sekarang tidak lagi masuk lima besar. "Periode Januari-Juni 2018, realisasi investasi asing paling besar dari Singapura mencapai USD2,4 miliar (sekitar Rp35 triliun) atau 33,5% dari total investasi PMA yang masuk ke Tanah Air. Dan Korea Selatan itu turun paling jauh, makanya mereka enggak masuk lagi 5 negara investasi paling besar di Indonesia," ujar Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM, Azhar Lubis di Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BKPM Thomas Lembong mengungkapkan salah satu faktor yang membuat penurunan investasi Korea Selatan, termasuk investasi asing lainnya karena pemerintah berencana melakukan penundaan proyek infrastruktur dengan kebutuhan impor bahan baku yang tinggi.

Sehingga, investor yang hendak berniat mengajukan investasinya mundur di tengah jalan. "Satu nuansa yang cukup penting adalah angka investasi kuartal ke kuartal itu sangat berpengaruh oleh penundaan," tandasnya.

Berikut lima besar negara asal PMA di kuartal II/2018:
- Singapura sebesar USD2,4 miliar (33,5%)
- Jepang sebesar USD1,0 miliar (14,4%)
- Republik Rakyat China sebesar USD0,7 miliar (9,4%)
- Hong Kong sebesar USD0,6 miliar (8,2%)
- Malaysia sebesar USD0,4 miliar (5,3%).
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Singapura Sumber Investasi...
Singapura Sumber Investasi Asing Terbanyak di Indonesia
Bos BKPM Ngeluh, Upah...
Bos BKPM Ngeluh, Upah Pekerja RI Mahal Bikin Investasi Asing Seret
Kepala BKPM Kesulitan...
Kepala BKPM Kesulitan Tarik Investor Asing di Tengah Pandemi Corona
Negaranya Boleh Aja...
Negaranya Boleh Aja Resesi, Tapi Belanda Tetap Gacor Soal Investasi di RI
Punya 5 Jurus Andalan,...
Punya 5 Jurus Andalan, BKPM: Kami Kawal Sampai Investasi Dieksekusi
Dubes Dipersilahkan...
Dubes Dipersilahkan Cari Investor, BKPM Siap Mengawal
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
39 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
2 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved