Mahathir Batalkan 2 Proyek China Senilai Rp320 Triliun

Selasa, 21 Agustus 2018 - 18:48 WIB
Mahathir Batalkan 2...
Mahathir Batalkan 2 Proyek China Senilai Rp320 Triliun
A A A
BEIJING - Dalam lawatan 5 hari ke Republik Rakyat China, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad melakukan renegosiasi proyek-proyek China di negaranya. Pria berusia 93 tahun itu, membatalkan proyek kereta East Coast Rail Link (ECRL) senilai USD20 miliar atau sekitar Rp291 triliun dan proyek pipa gas alam di Sabah senilai USD2 miliar (Rp29 triliun) yang diinisiasi oleh China.

Mengutip South China Morning Post, Selasa (21/8/2018), Mahathir menyesalkan kesepakatan tersebut yang dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya, Najib Razak dengan meminjam dari Bank Ekspor-Impor China sehingga membebani keuangan Malaysia.

"Proyek-proyek tersebut tidak akan berlanjut. Saat ini, prioritas kami adalah mengurangi utang. Proyek itu akan kami lanjutkan ketika kami mampu membelinya, tetapi kami akan mengurangi biayanya," ujar Mahathir.

Mahathir mengatakan ia telah menyampaikan masalah tersebut ke Perdana Menteri China Li Keqiang. Beijing, kata dia, bisa memaklumi masalah ini. "Saya yakin China bisa memaklumi masalah ini karena mereka tidak ingin Malaysia menjadi negara bangkrut," kata Mahathir seperti dilansir New Straits Times, Selasa (21/8).

Proyek kereta ECRL merupakan pusat dari proyek infrastruktur China di Malaysia. Mahathir meminta proyek ini dibatalkan sembari menunggu renegosiasi harga dan pemeriksaan tuduhan korupsi proyek yang dilakukan pemerintahan Najib Razak.

Sebelum kunjungannya ke China, Mahathir selalu menegaskan ingin melakukan renegosiasi terhadap kesepakatan infrastruktur China yang "tidak adil" yang disahkan oleh mantan PM Najib.

Saat ini, Najib berstatus tersangka untuk dua kasus korupsi yaitu kasus dugaan menerima suap dari SRC International, yang merupakan anak perusahaan investasi 1Malaysia Development Berhad atau 1MDB. Najib juga menjadi terdakwa untuk kasus pencucian uang, yang ditangani oleh KPK Malaysia atau MACC.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pernah Sejajar, Ekonomi...
Pernah Sejajar, Ekonomi Indonesia Kini di Bawah Malaysia
China Untung Saat India...
China Untung Saat India Dihantam Ledakan Kasus Covid-19
Malaysia Mulai Ekspor...
Malaysia Mulai Ekspor Durian ke China saat Indonesia Baru Mengendus Pasar
IMF Prediksi Ekonomi...
IMF Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,1% di 2026, Ungguli China dan Malaysia
Teken MoU, Peritel RI...
Teken MoU, Peritel RI Kini Bisa Pasarkan Produk ke Malaysia Lewat Lokapasar JDMAS
Sponsor China Bertaburan...
Sponsor China Bertaburan Cari Perhatian di Euro 2024, Ada Alibaba hingga BYD
Berita Terkini
BRI Hadirkan KKB Expo...
BRI Hadirkan KKB Expo Serentak di 131 Titik, Tawarkan Berbagai Promo Spesial untuk Masyarakat
55 menit yang lalu
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
1 jam yang lalu
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Hybrid Tawarkan Gaya Kalcer, Konsumsi BBM Diklaim Capai 60 Km per Liter
1 jam yang lalu
Produktivitas Kebun...
Produktivitas Kebun Sawit Sitaan Negara Menurun, Muncul Desakan Audit Total
1 jam yang lalu
Danantara Resmi Gabung...
Danantara Resmi Gabung ke Forum Sovereign Wealth Fund Dunia, Ini Manfaatnya
2 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved