Menteri Puspayoga Resmikan LSP Koperasi di Bali

Sabtu, 25 Agustus 2018 - 14:39 WIB
Menteri Puspayoga Resmikan...
Menteri Puspayoga Resmikan LSP Koperasi di Bali
A A A
BALI - Satu lagi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berdiri di Badung, Bali. LSP bernama Koperasi Keuangan Jaya Mandiri ini merupakan hasil kolaborasi lima koperasi dari berbagai daerah di Indonesia.

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga meresmikan LSP Koperasi Keuangan Jaya Mandiri, Kamis (24/8) di Koperasi Kubu Gunung, Badung, Bali.

"Saya sudah mendorong berdirinya lembaga sertifikasi profesi koperasi sejak tiga tahun lalu karena sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualifikasi SDM pengelola dan pengurus koperasi," kata Puspayoga saat memberikan sambutan pada acara peresmian.

Puspayoga menegaskan, jumlah LSP di tanah air masih sangat sedikit meski mengalami peningkatan. Mengatasi keterbatasan ini, Menkop dan UKM meminta LSP yang ada membentuk tempat uji kompetensi di berbagai daerah agar lebih mudah dijangkau dan pertumbuhan jumlah SDM koperasi yang bersertifikat meningkat lebih cepat.

"SDM koperasi yang berasal dari daerah yang tidak ada LSP harus mengikuti sertifikasi di daerah lain biayanya sangat mahal, belum lagi biaya sertifikasi," kata Menteri Puspayoga.

Dia menegaskan di era Reformasi Total Koperasi saat ini yang dituju adalah peningkatan kualitas koperasi. Salah satu unsur mencapai kualitas koperasi adalah dengan peningkatan kompetensi SDM yang juga memenuhi standar kualifikasi.

LSP Koperasi Keuangan Jaya Mandiri yang telah mendapat ijin dari BNSP menambah jumlah LSP koperasi yang sebelumnya hanya ada lima LSP. LSP tersebut tiga ada di Jakarta, dua lainnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi Sumarna F. Abdurrahman mengapresiasi berdirinya LSP Koperasi Keuangan Mandiri Jaya. Menurutnya dari 1.300 LSP, jumlah LSP koperasi sangat sedikit.

Menurutnya, semua sektor termasuk koperasi harus memiliki standar kompetensi. Standar kompetensi SDM koperasi akan menunjukkan pengakuan terhadap kualifikasi seseorang yang berdampak terhadap sistem insentif dan karir di sektor koperasi.

"Setiap orang yang direkrut juga berdasarkan kompetensi seseorang," tegas Sumarna.

Dia menjelaskan, dengan pasar bebas ASEAN aliran tenaga kerja semakin bebas. Arus tenaga kerja antar negara ASEAN dimungkinkan, karena itu sangat dibutuhkan standar kompetensi.

"Dengan sertifikasi, standar kompetensi SDM koperasi di Indonesia dan Bangkok, misalnya, akan setara. Kedepan nanti, setiap orang pengelola dan pengurus koperasi harus kompeten di bidangnya," tukas Sumarna.

Standar kompetensi akan direview lima tahun sekali untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

LSP Koperasi Keuangan Jaya Mandiri didirikan oleh koperasi, yaitu Koperasi Kubu Gunung, Bali, Koperasi Kredit Sawiran Pasuruan, Koperasi Kredit Perekat, Bandung, Koperasi Kredit Kosayu Malang, Puskopdit Jatim.

Untuk mendirikan LSP, kelima koperasi membentuk holding, yakni PT Persaudaraan Jaya Mandiri.

Direktur Holding I Putu Suka Adha mengatakan gagasan membentuk LSP dipicu oleh pengalaman berbagai masalah dalam tubuh koperasi akibat lemahnya kemampuan SDM.

"Dari kondisi ini, kami dari lima koperasi membentuk LSP ingin menghasilkan pengurus dan pengelola koperasi yang profesional. Kami tidak ingin koperasi sakit karena dikelola secara tidak profesional," kata Putu.
(akn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkop Teten Masduki...
Menkop Teten Masduki Dorong Kualitas Kerajinan Kulit Khas Garut agar Sejajar dengan Brand Italia
Bantuan Likuiditas bagi...
Bantuan Likuiditas bagi Koperasi Saat Pandemi Disepakati Pemerintah
Itikad Baik Pendiri...
Itikad Baik Pendiri Jadi Solusi Penuntasan Persoalan Koperasi Indosurya
Ditawari Modal Koperasi...
Ditawari Modal Koperasi Rp2 Miliar, Peternak Sapi di Lampung Happy
Pernyataan Shadow Banking...
Pernyataan Shadow Banking Jadi Polemik, Ini Penjelasan Kemenkop UKM
Hindari Penumpang Gelap...
Hindari Penumpang Gelap di Koperasi, KemenKop UKM Turunkan Tim Pengawas
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
5 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved