Gubernur BI Paparkan Tantangan Tiga Ketidakpastian Global

Kamis, 30 Agustus 2018 - 13:57 WIB
Gubernur BI Paparkan...
Gubernur BI Paparkan Tantangan Tiga Ketidakpastian Global
A A A
BALI - Bank Indonesia (BI) menyatakan, ada tantangan dari tiap bank sentral di negara berkembang untuk merespons ketidakpastian global yang terdiri atas tiga poin, mulai dari suku bunga Amerika Serikat (AS) hingga perang dagang antara AS dengan China.
(Baca Juga: Kebijakan BI Didasari Riset Skala Internasional )
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, ketidakpastian dalam menghadapi ekonomi global yang pertama berkaitan dengan pola pertumbuhan ekonomi global yang diprediksi 3,8% tahun ini dan 3,6% tahun depan banyak bertumpu ke AS.

"Ini pertumbuhan ekonomi kuat itu AS, sejumlah negara alami penurunan pertumbuhan ekonomi. Disini kita sebut pertumbuhan ekonomi dunia tidak didukung dari berbagai belahan yang merata," ujarnya di Bali, Kamis (30/8/2018).

Menguatnya ekonomi AS berdampak terhadap perekonomian China dari perkiraan 6,7% tahun ini, menurun jadi 6,5% tahun depan, serta di Eropa dan Jepang yang tahun ini bagus, kemungkinan juga akan turun tahun depan. "Ekonomi global itu lebih bertumpu ke sumber ekonomi (AS). Kemungkinan (pertumbuhan) enggak bisa lanjut kalau bertumpu ke AS, mestinya yang lain tumbuh," kata Perry

Sementara ketidakpastian kedua yakni suku bunga AS yang kemungkinan naik tahun ini sebanyak empat kali dengan sudah dua kali dilakukan dengan disusul dua kali lagi pada September dan Desember 2018. Menurut Perry ini yang membuat banyak investor menarik dananya dari negara berkembang atau disebut capital outflow karena suku bunga AS naik.

"Investor tarik dananya dari negara berkembang, ingin menanamkan di AS. Ini jadi salah satu sumber tekanan nilai tukar di berbagai dunia, tahun ini banyak negara alami tekanan nilai tukar," katanya.

Selanjutnya ketidakpastian ketiga datang dari perang dagang antara AS dengan China yang menimbulkan ketegangan, sehingga banyak investor menarik dananya. "Ini timbulkan ketegangan perdagangan, membuat ketidakpastian investor. Ini timbulkan tekanan di berbagai dunia dengan keluarnya modal asing di berbagai negara," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pulihkan Ekonomi, Kebijakan...
Pulihkan Ekonomi, Kebijakan Moneter Dibikin Longgar
Kepemimpinan Perry Warjiyo...
Kepemimpinan Perry Warjiyo Teruji, Stabilitas Moneter RI Diyakini Tetap Terjaga
Bank Indonesia Kembali...
Bank Indonesia Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%
Thomas Djiwandono Blak-blak...
Thomas Djiwandono Blak-blak Soal Sinergi Fiskal dan Moneter di Masa Depan
BI Tetap Tahan Suku...
BI Tetap Tahan Suku Bunga Acuan di Level 6%
Paradoks Fleksibilitas...
Paradoks Fleksibilitas dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia
Berita Terkini
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
1 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
1 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
2 jam yang lalu
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
4 jam yang lalu
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
5 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
5 jam yang lalu
Infografis
10 Fitur Range Rover...
10 Fitur Range Rover Autobiography LWB, Mobdin Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved