Melebarnya Defisit Transaksi Berjalan Buat Rupee Jatuh ke Titik Terendah

Kamis, 30 Agustus 2018 - 17:02 WIB
Melebarnya Defisit Transaksi...
Melebarnya Defisit Transaksi Berjalan Buat Rupee Jatuh ke Titik Terendah
A A A
NEW DELHI - Mata uang India, rupee jatuh ke rekor terendah melawan dolar Amerika Serikat (USD) pada Kamis (30/8/2018). Melansir dari CNBC, rupee pada hari ini merosot ke level 70,810 melawan dolar, dimana pada Rabu kemarin juga melemah ke posisi 70,475 per USD. Hasil tersebut membuat rupee telah terdepresiasi 10,97% sepanjang 2018 ini.

Para ekonom mengaitkan melemahnya rupee dengan kenaikan harga minyak, kekhawatiran yang terjadi di emerging market yang lebih luas dan menguatnya permintaan dolar AS.

"Melemahnya rupee semakin meningkatkan kekhawatiran investasi di pasar negara berkembang. Melemahnya rupee juga karena defisit transaksi berjalan yang melebar terutama disebabkan kenaikan harga minyak," ulas Chief Investment Officer Deutsche Bank Asia Pasifik, Tuan Huynh.

Harga minyak yang kian mahal membuat tagihan impor India membengkak. Pasalnya Negeri Anak Benua tersebut merupakan importir minyak. Tingginya harga minyak menyebabkan defisit transaksi berjalan semakin melebar.

Ekonom DBS Radhika Rao menjelaskan, harga minyak yang telah naik lebih dari 7% sejak medio Agustus ini, telah memukul rupee India. Seiring dengan itu, permintaan dolar AS di akhir bulan juga ditambahkan ke laju sell-off mata uang. "Pasar mendapat kesan bahwa pihak berwenang (pemerintah) seperti 'toleran' terhadap rupee yang lebih lemah," tambah Rao.

Selain itu, krisis mata uang lira Turki juga memberi tekanan pada rupee India. Untuk saat ini, Rao menjelaskan, India dapat memilih untuk bertahan atau jika terjadi kelemahan lebih lanjut, memerlukan intervensi bank sentral.

"Dengan The Fed yang diperkirakan secara bertahap menaikkan suku bunga di sisa 2018 dan di tahun 2019, kekhawatiran perang dagang akan meningkatkan permintaan dolar sebagai safe haven, akan membuat volatilitas bagi rupee," katanya.

Laporan Wealth Management Deutsche Bank memprediksi rupee India akan terdepresiasi lebih dalam menjadi 74 terhadap dolar AS pada Juni 2019. "Selain dari defisit transaksi berjalan yang lebih tinggi, kekuatan USD (dan hasil treasury AS yang lebih tinggi), kemungkinan pelebaran dalam defisit fiskal pemerintah di tahun jelang pemilihan dapat terus membebani mata uang," katanya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Walau Masuk BRICS, Ini...
Walau Masuk BRICS, Ini Alasan India Enggan Campakkan Dolar AS
BRICS Terpecah Soal...
BRICS Terpecah Soal Dedolarisasi, India Bongkar Fakta Mengejutkan
Rupiah Menguat saat...
Rupiah Menguat saat Banyak Mata Uang Asia Melemah
Tolak Buang Dolar AS,...
Tolak Buang Dolar AS, Apakah India Bakal Meninggalkan BRICS?
India Pilih Rangkul...
India Pilih Rangkul Dolar Daripada Mata Uang BRICS, Ini Alasannya
Dolar AS Kehilangan...
Dolar AS Kehilangan Mahkota, Jatuh ke Titik Terendah dalam 3 Tahun
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
6 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
7 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
9 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
9 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
9 jam yang lalu
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved