Wall Street Berakhir Mixed Saat Negosiasi Dagang AS-Kanada Mentok

Sabtu, 01 September 2018 - 10:44 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Mixed Saat Negosiasi Dagang AS-Kanada Mentok
A A A
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street pada perdagangan Jumat kemarin waktu setempat, berakhir mixed. Sementara Dow Jones melemah dan komposit Nasdaq ditutup lebih tinggi dalam perdagangan mendatar saat negosiasi perdagangan Kanada dan Amerika Serikat menutup perdagangan tanpa resolusi jangka panjang.

Tercatat Dow Jones Industrial Average turun 22,1 poin atau 0,09% menjadi 25.964,82 sedangkan indeks S & P 500 meningkat 0,39 poin yang setara 0,01% ke level 2.901,52. Selanjutnya komposit Nasdaq bertambah 21,17 poin setara 0,26% di posisi 8.109,54.

Menekan perdagangan rendah, akhir musim panas ini ditandai oleh volatilitas terkait tarif, ketiga indeks utama AS membukukan keuntungan bersih untuk periode tersebut. Terpantau indeks juga naik untuk bulan Agustus, dengan Nasdaq membukukan kenaikan bulanan terbesar sejak Januari.

Pembicaraan antara Kanada Amerika Serikat untuk merundingkan kembali Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) berakhir dengan catatan buruk karena kedua pihak tidak dapat mencapai kesepakatan.

Dalam beberapa hari terakhir kegelisahan perdagangan mereda karena Meksiko dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan bilateral, tetapi kembali muncul kemudian dalam sepekan setelah laporan bahwa Presiden AS Donald Trump siap untuk mengenakan tarif tambahan impor senilai USD200 miliar terhadap China.

"Kami mungkin tidak memiliki pengganti NAFTA secepat yang kami kira. Itu optimisme awal yang ada di awal minggu, skenario perundingan menjadi kabar baik," ujar Kepala Ekuitas John Toohey.

Saham Amazon.com (AMZN.O) terus naik, naik 0,5% karena investor melihat perusahaan mendekati pada pencapaian target USD1 triliun. Sedangkan saham Apple Inc AAPL. ditutup naik 1,2% mencapai penutupan tertinggi untuk sesi kelima beruntun.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
6 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
6 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
7 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
10 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
10 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
11 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved