Tunda Proyek Kelistrikan Demi Rupiah, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Turun

Rabu, 05 September 2018 - 13:16 WIB
Tunda Proyek Kelistrikan...
Tunda Proyek Kelistrikan Demi Rupiah, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Turun
A A A
JAKARTA - Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, penundaan sebagian proyek kelistrikan 35.000 megawatt (MW) bisa mengakibatkan turunnya pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Reza menjelaskan, pengereman beberapa proyek infrastruktur kelistrikan yang ditunda menjadi tahun depan, sejatinya tidak signifikan mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Namun jika tidak dikurangi memang memberatkan rupiah.

"Enggak (signifikan) juga. Infrastruktur disetop malah pertumbuhan ekonomi nanti menurun," ujarnya kepada SINDOnews di Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Menurutnya, dasar dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap USD karena pelaku pasar memandang miring kondisi makro ekonomi Indonesia dibanding Amerika Serikat yang kian melaju.

"Rupiah melemah karena kepanikan berlebihan dari pelaku pasar dan underestimate terhadap ekonomi makro Indonesia. Mereka underestimate karena melihat data-data makro Indonesia yang dinilai belum membaik signifikan, sementara ekonomi Amerika kian membaik," katanya.

Paling penting yang harus dilakukan pemerintah sekarang, lanjut Reza, yakni dengan mengurangi beberapa barang impor yang tidak perlu, sehingga menekan permintaan terhadap USD.

"Indonesia ini memang harus mengurangi ketergantungan dengan barang-barang impor agar permintaan USD enggak meningkat," pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, ada beberapa proyek strategis nasional di bidang kelistrikan yang perlu diatur ulang. Hal ini untuk mengurangi tingkat impor sehingga menambah defisit neraca perdagangan yang turut membebani rupiah.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, proyek kelistrikan yang ditunda adalah proyek 35.000 megawatt (MW) yang belum mencapai financial closing. Masih ada 15.200 MW proyek yang belum memenuhi hal tersebut akan ditunda di tahun-tahun berikutnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Apa Kabar Program Listrik...
Apa Kabar Program Listrik 35.000 MW? Ini Penjelasan Bos PLN
Oversupply Listrik,...
Oversupply Listrik, Proyek 35.000 MW Perlu Ditinjau Ulang
Progres Pembangunan...
Progres Pembangunan Proyek 35.000 MW PLN Berjalan Positif
Terdampak Covid-19,...
Terdampak Covid-19, PLN Tunda Proyek Pembangkit 35.000 MW
Rekind Percepat Proyek...
Rekind Percepat Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW di Sulawesi Barat
Jujur! Menteri ESDM...
Jujur! Menteri ESDM Sebut Proyek 35.000 MW Jadi Kendala Bauran Energi
Berita Terkini
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
6 jam yang lalu
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
7 jam yang lalu
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
7 jam yang lalu
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
7 jam yang lalu
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
7 jam yang lalu
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
7 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved