BNP Paribas Nilai Prospek Ekonomi Turki Masih Baik

Jum'at, 14 September 2018 - 22:01 WIB
BNP Paribas Nilai Prospek...
BNP Paribas Nilai Prospek Ekonomi Turki Masih Baik
A A A
SINGAPURA - Terlepas dari masalah ekonomi yang dihadapi Turki, BNP Paribas menilai negara itu tetap sebagai sebuah pasar yang besar. Karena itu, bank internasional tersebut tidak berniat untuk keluar dari Turki.

"Turki adalah negara yang hebat dan ekonominya luar biasa," ungkap Chairman BNP Paribas Jean Lemierre seperti dikutip CNBC, Jumat (14/9/2018).

Lemierre mengakui, saat ini Turki tengah dibelit kesulitan. Namun dia yakin pemerintah negara itu mampu menghadapi serta mengatasi kesulitan tersebut.

BNP Paribas memiliki eksposur terbesar ke Turki di antara bank-bank Eropa. Menurut Reuters, bank asal Prancis itu menguasai 72% dari Economic Bank of Turkey, sebagian melalui perusahaan patungan lokal.

Masalah Turki menjadi pusat perhatian bulan lalu setelah mata uangnya, lira, terdepresiasi tajam. Bank sentral negara itu Kamis (13/9) lalu menaikkan suku bunga sebesar 6,25 basis poin menjadi 24% dalam upaya untuk membendung penurunan lebih lanjut mata uangnya.

Menurut Lemierre, itu adalah langkah yang tepat untuk diambil. "Mereka telah mengambil keputusan yang berani, dan serius, dan sangat penting," katanya. "Turki harus bereaksi, dan mereka telah bereaksi, dan saya pikir mereka telah mengambil langkah-langkah yang tepat pada saat mata uang melemah dan melemah."

Masalah di Turki juga menimbulkan kekhawatiran bahwa kejatuhan ekonomi negara itu dapat menular ke pasar negara berkembang lainnya. Terlebih saat ini investor lebih menyukai aset Amerika karena dolar AS yang makin kuat.

Di antara sejumlah negara berkembang, rubel Rusia dan rand Afrika Selatan telah menjadi korban dari kekhawatiran tersebut di mana keduanya terdepresiasi hingga hampir 20% terhadap dolar AS tahun ini. Di Asia, rupee India dan rupiah Indonesia turun masing-masing 12% dan 9% terhadap dolar AS.

Terlepas dari risiko yang dihadapi negara-negara berkembang itu, Lemierre mengatakan, banyak negara berkembang juga memiliki dasar ekonomi yang kuat.

"Saya tidak percaya bahwa kita melihat atau kita menghadapi krisis pasar berkembang. Ada ketegangan terhadap beberapa negara, kita tahu mereka: Turki, Argentina. Ada ketegangan di beberapa negara tapi ini bukan krisis yang luar biasa, terutama di Asia - saya lakukan tidak melihat kesulitan khusus di Asia," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BNP Paribas-Citibank...
BNP Paribas-Citibank Berdayakan Ekonomi Perempuan
BNP Paribas AM Tunjuk...
BNP Paribas AM Tunjuk Priyo Santoso Sebagai Presiden Direktur di Indonesia
Omnibus Law Buka Jalan...
Omnibus Law Buka Jalan Bagi Pemulihan Ekonomi di 2021
Naik 3 Kali Lipat, Dana...
Naik 3 Kali Lipat, Dana Sosial BNP Paribas IDX30 Filantropi Capai Rp1,9 Miliar di Periode 2022
Peluang Investasi Masih...
Peluang Investasi Masih Tersedia meski Kondisi Pasar Fluktuatif
BNP Paribas Asset Management...
BNP Paribas Asset Management Luncurkan Reksa Dana BNP Paribas Indonesia ESG Equity
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
6 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
7 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
8 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved