Gelar Market Sounding, BKPM Pamerkan Proyek Bandara Komodo

Selasa, 25 September 2018 - 10:22 WIB
Gelar Market Sounding,...
Gelar Market Sounding, BKPM Pamerkan Proyek Bandara Komodo
A A A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan hari ini menyelenggarakan kegiatan market sounding Proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo. Proyek ini merupakan pengembangan Bandara Komodo melalui skema KPBU.

Acara ini dihadiri oleh 100 peserta yang meliputi investor yang bergerak di sektor pengelolaan bandara, kontraktor, perbankan dan lembaga keuangan lainnya, konsultan, hingga asosiasi terkait baik dari dalam maupun luar negeri.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Wisnu Wijaya Soedibjo mengatakan, pengadaan proyek infrastruktur saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Hal ini dalam upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi yang telah dicanangkan.

"Untuk merealisasikan program tersebut, pemerintah memilih skema KPBU sebagai salah satu bentuk pembiayaan," katanya di Gedung BKPM, Jakarta, Selasa (25/9/2018).

Menurutnya, skema KPBU dipilih tidak hanya karena keterbatasan anggaran pemerintah. Namun, juga sebagai upaya pemerintah untuk mengajak swasta berpartisipasi dalam proyek pemerintah.

"Pemilihan skema tidak hanya karena keterbatasan anggaran, tapi pemanfaatan partisipasi swasta yang memiliki pengetahuan, keahlian dan pengalaman untuk mewujudkan infrastruktur yang lebih berkualitas dengan anggaran lebih efisien," imbuh dia.

Pengembangan Bandara Komodo ini, lanjut dia, dimaksudkan untuk menjadikan bandara di wilayah Indonesia Timur ini sebagai bandara berstandar internasional. Selain itu, untuk menyediakan fasilitas bandara yang memberikan pelayanan berkualitas bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Labuan Bajo.

"Market sounding atau penjajakan pasar merupakan proses penting dalam tahap penyiapan proyek KPBU, khususnya pada saat finalisasi dokumen prastudi. Manfaatnya tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga bagi pasar atau calon investor karena bisa mendapat data dan informasi proyek jauh sebelum ditenderkan," jelasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Serabutan Sedot Investasi,...
Serabutan Sedot Investasi, Besar atau Kecil Tetap Dilayani
Kejar Target Investasi,...
Kejar Target Investasi, Kepala BKPM Pakai Strategi Ala Juventus
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
Berita Terkini
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
6 menit yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
21 menit yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
30 menit yang lalu
Perluas Akses Pembiayaan...
Perluas Akses Pembiayaan EV, Mandiri Auto Deals 2026 Tawarkan Pengalaman Menarik
1 jam yang lalu
Pemerintah NSW Beri...
Pemerintah NSW Beri Jalur Cepat Proyek Sydney Senilai Rp25 T Besutan Iwan Sunito
1 jam yang lalu
Bahlil Pastikan Warga...
Bahlil Pastikan Warga Terdampak Proyek Blok Masela Bakal Dapat Ganti Untung
2 jam yang lalu
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved