Amazon Naikkan Upah Minimum Menjadi Rp226.000 per Jam

Selasa, 02 Oktober 2018 - 20:10 WIB
Amazon Naikkan Upah...
Amazon Naikkan Upah Minimum Menjadi Rp226.000 per Jam
A A A
SEATTLE - Perusahaan digital nomor satu di dunia versi Forbes, Amazon pada Selasa (2/10/2018) mengumumkan kenaikan upah minimum untuk semua karyawan di Amerika Serikat menjadi USD15 per jam. Bila dikonversi ke rupiah setara Rp225.870 (kurs Rp15.058 per USD). Kenaikan upah minimum tersebut efektif berlaku November mendatang.

Mengutip dari CNBC, kenaikan upah minimum baru ini akan menguntungkan bagi sekitar 250.000 karyawan Amazon, termasuk karyawan paruh waktu dan 100.000 pekerja musiman.

Kenaikan upah di Amazon ini, setelah CEO Amazon Jeff Bezos mendapat banyak kritikan. Pengusaha terkaya di dunia ini mendapat keuntungan besar dari keringanan pajak namun dianggap memberi upah rendah bagi pekerjanya.

Pembayaran upah di Amazon bervariasi berdasarkan lokasi. Untuk mereka yang bekerja di gudang di Austin, Texas mendapatkan upah USD10 per jam (Rp150.580). Adapun yang bekerja di Robbinsville, New Jersey mendapat upah USD13,50 per jam (Rp203.283).

Pada 2017, karyawan kelas menengah di Amazon mendapat upah USD28.500 per bulan atau setara Rp429 juta. Di tahun tersebut, Bezos mendapatkan gaji USD1,7 juta per bulan atau setara Rp25,5 miliar.

"Kenaikan gaji ini setelah kami mendengarkan kritik. Kami berpikir keras soal apa yang harus kami lakukan dan kami memutuskan menaikkan upah agar kami bisa terus memimpin di bisnis ini," kata Bezos. Ia pun berharap kenaikan upah yang dilakukan bisa diikuti oleh pesaing mereka dan pengusaha besar lainnya di AS.

Beberapa perusahaan ritel saingan dikabarkan akan menaikkan upah minimum menjadi USD15 per jam pada tahun 2020. Sementara, Walmart pada Januari lalu berencana menaikkan upah minimum menjadi USD11 per jam.

Selain di Amerika Serikat, Amazon juga akan melakukan peningkatan upah bagi karyawan mereka di Inggris, dengan tingkat minimum 10,50 poundsterling atau setera USD13,61 per jam (Rp204.940) untuk pekerja di London dan 9,50 poundsterling alias USD12,31 di seluruh Inggris.

Pengumuman kenaikan upah ini datang menjelang musim libur akhir tahun, dimana Amazon merekrut banyak pekerja untuk mengirimkan paket Natal dan akhir tahun. Tahun kemarin, raksasa e-commerce ini mempekerjakan 120.000 karyawan sementara pada musim liburan.

Kenaikan upah ini selaras dengan pertumbuhan upah nasional Amerika Serikat. Pada Agustus kemarin, Biro Statistik Tenaga Kerja AS mengumumkan terjadi peningkatan upah yang merupakan yang terbesar sejak pemulihan ekonomi. Kenaikan upah ini berbarengan dengan pertumbuhan jumlah tenaga kerja. Dan tingkat pengangguran di AS turun ke level terendah yaitu 3,9%.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Subsidi Gaji atau Upah...
Subsidi Gaji atau Upah Hadir Kembali, Intip Kriteria dan Besarannya
Masalah Gaji, 700 Lebih...
Masalah Gaji, 700 Lebih Pekerja Amazon Mengundurkan Diri
P2G Tagih Janji Prabowo...
P2G Tagih Janji Prabowo Soal Upah Minimum Guru Honorer: Masih Ada yang Digaji Rp200 Ribu
Daftar Terbaru UMP 2022:...
Daftar Terbaru UMP 2022: Jakarta Rp4,45 Jutaan, Jogja Rp1,84 Jutaan
Terungkap Alasan di...
Terungkap Alasan di Balik Aturan Perusahaan Padat Karya Boleh Bayar Upah Buruh 75%
Sudah Lolos Verifikasi...
Sudah Lolos Verifikasi Tapi BSU Belum Cair, Cek Secara Mandiri Sekarang!
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
6 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
7 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
7 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
8 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
8 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
8 jam yang lalu
Infografis
Kuota Haji 2026 Indonesia...
Kuota Haji 2026 Indonesia Per Provinsi, Berikut Daftarnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved