Wall Street Jatuh Karena Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi Global

Selasa, 09 Oktober 2018 - 06:28 WIB
Wall Street Jatuh Karena...
Wall Street Jatuh Karena Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi Global
A A A
NEW JERSEY - Sebagian besar pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup jatuh pada perdagangan Senin waktu setempat, karena investor mencermati aksi jual di pasar China yang memicu kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Beijing pada hari Minggu kemarin, mengumumkan pemotongan tajam rasio cadangan wajib bank sebesar 1%, yang bertujuan untuk menurunkan biaya pembiayaan dan upaya memacu pertumbuhan ekonomi mereka karena ketegangan perdagangan China lawan AS.

Melansir dari Reuters, Selasa (9/10/2018), masalah ketegangan perdagangan AS-China dianggap bisa membuat perlambatan ekonomi China dan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi global. Kekhawatiran perlambatan ekonomi global ini berpengaruh pada kinerja penjualan teknologi, sehingga saham-saham teknologi berkapitalisasi besar menurun 1,2%.

Dalam perdagangan di bursa Nasdaq dan S&P 500, saham Microsoft turun 1,1% dan Adobe Systems melemah 3,2%. Saham Aphabet yang merupakan induk Google berakhir lebih rendah 1%, karena Google mengumumkan data pengguna jejaring sosialnya Google+ hanya tumbuh 500 ribu pengguna. Perusahaan itu lantas akan menutup versi konsumen Google+.

Melemahnya saham teknologi membuat indeks S&P 500 kehilangan 1,14 poin atau 0,04% menjadi 2.884,43. Nasdaq turun 52,50 poin atau 0,67% menjadi 7.735,95. Hanya Dow Jones Industrial Average yang naik 39,73 poin atau 0,15% menjadi 26.486,78.

"Pasar saham sangat sensitif terhadap ekspektasi pertumbuhan ekonomi global. Setiap kali Anda melihat kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global maka Anda akan melihat penurunan dari perdagangan saham," ujar Chad Morganlander, manajer portofolio senior di Washington Crossing Advisors di Florham Park, New Jersey.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
8 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
9 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
9 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
10 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
10 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
11 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved