Tarik Ulur Kenaikan Harga BBM Premium Jadi Polemik

Selasa, 16 Oktober 2018 - 22:11 WIB
Tarik Ulur Kenaikan...
Tarik Ulur Kenaikan Harga BBM Premium Jadi Polemik
A A A
JAKARTA - Pengumuman kenaikan harga premium yang kemudian dibatalkan, dinilai merupakan keteledoran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pasalnya, pembatalan kenaikan harga premium dilakukan hanya selang satu jam setelah Menteri ESDM Ignasius Jonan mengumumkan kenaikan tersebut.

Apalagi, kata Wakil Komisi VII DPR RI Fraksi Golkar Ridwan Hisjam, pengumuman tersebut keluar langsung dari Menteri ESDM Ignasius Jonan. Menurutnya, kenaikan premium sebenarnya bukan masalah asalkan persiapannya matang. "Terus terang kita sayangkan kalau naik. Naik saja, tapi harus sudah siap bukan dicoba dulu," katanya di Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Selain Ridwan, Anggota Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman juga mengkritik kebijakan pemerintah saat membatalkan kenaikan harga BBM berkadar research octane number (RON) 88 tersebut. Dia mengatakan, harga premium yang murah menghambat pengembangan energi baru terbarukan atau energi alternatif.

"Selama harga Premium rendah, bioetanol nggak mungkin mampu. Mau Balitbang bicara research, BPPT, selama harga Premium dalam arti bioetanol apapun produk energi apapun, saya yakin nggak akan mampu mendorong konversi ke energi alternatif," imbuh dia.

Sementara, Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDIP Nasyirul Falah Amru mengatakan, pembatalan kenaikan harga premium tersebut disebabkan keberpihakan pemerintah dan Presiden Jokowi pada rakyat kecil. Situasi ekonomi secara nasional juga menjadi salah satu alasan penundaan kenaikan harga premium tersebut.

"Ini adalah bukti Presiden dan kementerian ESDM selalu mengutamakan rakyat. Keberpihakan Presiden Jokowi sangat nyata. Kenaikan premium dibatalkan langsung beliau," tuturnya.

Menurutnya, kritik kedua politisi Golkar tersebut tak masuk akal. Sebab, pemerintah Jokowi serius ingin mengembangkan energi baru dan terbarukan. "Golkar seharusnya dukung keputusan pemerintah dan menjalankan amanat serta mensosialisasikan kebijakan pemerintah, bukan malah kritik. Apa yang dilakukan politisi Golkar tersebut tidak elok," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jokowi Ubah Aturan Distribusi...
Jokowi Ubah Aturan Distribusi dan Harga Jual Eceran BBM, Premium Gimana?
Perubahan Harga BBM...
Perubahan Harga BBM RI dalam 10 Tahun Terakhir, Premium Sempat Rp4.500/Liter
Subsidi Energi Bengkak...
Subsidi Energi Bengkak hingga Rp502 Triliun, Pengamat: Hapus Premium!
Premium dan Pertalite...
Premium dan Pertalite Dihapus, Pemerintah Tetap Harus Subsidi BBM
Simak Baik-baik, Begini...
Simak Baik-baik, Begini Tahapan Penghapusan Premium dan Pertalite
BBM Premium dan Pertalite...
BBM Premium dan Pertalite Mau Dihapus, Bagaimana Dampaknya ke Masyarakat?
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
6 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
6 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
7 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
7 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved