OJK Minta Bank Perkreditan Rakyat Kompetitif di Era Digital

Selasa, 23 Oktober 2018 - 01:16 WIB
OJK Minta Bank Perkreditan...
OJK Minta Bank Perkreditan Rakyat Kompetitif di Era Digital
A A A
SOLO - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso meminta Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tetap kompetitif di era digital. Persaingan semakin ketat karena financial tecnologi (fintech) kini juga mulai merambah kawasan pelosok.

“Prosesnya sangat cepat, tanpa ada izin. Saat ini sudah masuk ke daerah. BPR harus siap untuk kompetisi dengan itu (fintech),” kata Wimboh Santoso usai membuka Musyarawah Nasional (Munas) Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) yang digelar di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (22/10).

Sehingga BPR, terang dia mau tidak mau harus bertransformasi operasinya dengan menggunakan digital. Dengan digital, BPR diharapkan bisa berkompetisi dengan menggunakan produk baru yang sudah masuk ke pelosok-pelosok. Baik melalui produk perbankan atau produk jasa keuangan lainnya atau bahkan dengan menggunakan fintech.

BPR menurutnya dapat melakukan sinergi, network guna saling support dan mengembangkan produk bersama-sama. Termasuk juga mengembangkan sumberdaya manusia (SDM) agar bagus dan bersaing. Tercatat dana pinjaman fintech mencapai Rp13 triliun sejak tahun 2016 hingga sekarang.

OJK sendiri ditekankan terus mendorong agar bunga pinjaman fintech tidak terlalu tinggi. “Artinya jangan sampai sama dengan rentenir, harus lebih murah dan mempunyai empati membantu masyarakat kecil di daerah yang membutuhkan pembiayaan,” tambahnya.

Ketua Umum Perbarindo Joko Suyanto mengungkapkan, fintech merupakan keniscayaan karena tuntutan masyarakat terhadap pelayanan, khususnya di teknologi, utamanya di finance industri pasti akan terjadi. Sehingga Perbarindo kini tengah mempersiapkan transformasi BPR now. “Kami menyiapkan yang berkembang sekarang adalah fintech, BPR harus bertransformasi bagaimana bisa melayani public, mempercepat akses keuangan,” papar Joko Suyanto.

Transformasi itu di antaranya dengan meningkatkan servis level, baik melalui elektronifikasi dan maupun BPR digital. Langkah yang ditempuh diantaranya dengan menyiapkan infrastruktur digital. Industri BPR maupun BPR Syariah tercatat memiliki dukungan kantor yang mencapai 6.664 unit yang tersebar dari Aceh hingga Papua.

Perkembangan jumlah kredit yang disalurkan mencapai Rp95 triliun atau tumbuh 8,59% dibanding posisi tahun sebelumnya. Dari penghimpunan dana, jumlah tabungan hingga Juli 2018 mencapai Rp28 triliun. Atau naik 14,23 dibanding posisi tahun sebelumnya. Hal yang sama pada sisi deposito yang tumbuh 8,99%. “Keberhasilan dalam menghimpun dana pihak ketiga mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat semakin meningkat,” tegasnya.

Industri BPR-BPRS telah melayani 17 juta nasabah yang terdiri dari debitur sekitar 4 juta rekening dengan rata rata pinjaman Rp27 juta. Sedangkan deposan sebanyak 600.000 rekening dengan rata rata deposito Rp102 juta. Sedangkan penabunng 12,4 juta rekening dengan rata rata tabungan Rp2 juta.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPR Tumbang, Kali Ini...
BPR Tumbang, Kali Ini Giliran BPR Lugano di Bekasi Ditutup OJK
Sempat Tak Sehat, OJK...
Sempat Tak Sehat, OJK Kini Awasi Ketat Operasional BPR BKK Jateng
Bank Bangkrut di Indonesia...
Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Izin Dicabut OJK Gara-gara Modal Minim
Baru Awal Tahun 2026,...
Baru Awal Tahun 2026, Tambah Satu Lagi Bank Bangkrut di Indonesia
Bank Bangkrut Sepanjang...
Bank Bangkrut Sepanjang 2026 Tambah Satu Lagi, Lokasinya di Bali
Ada Bank Bangkrut di...
Ada Bank Bangkrut di Awal Tahun 2024, OJK Resmi Cabut Izin BPRS Mojo Artho
Berita Terkini
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
17 menit yang lalu
Industri Keramik Tertekan,...
Industri Keramik Tertekan, Concord Industry Minta Harga Gas Lebih Kompetitif
26 menit yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
1 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
1 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
4 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved