Perkuat Permodalan, OJK Dorong Konsolidasi Bank

Rabu, 24 Oktober 2018 - 00:17 WIB
Perkuat Permodalan,...
Perkuat Permodalan, OJK Dorong Konsolidasi Bank
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong industri perbankan untuk melakukan konsolidasi perbankan dalam rangka penguatan permodalan. OJK menginginkan agar bank umum kelompok usaha (BUKU) I dan BUKU II untuk menambah modal baik itu merger ataupun akuisisi, sehingga pertumbuhannya kompetitif dan tidak stagnan.

"Dengan konsolidasi, bank-bank buku I kalau di ambil buku IV jadi enak. Akselerasi modal-nya pas. Kami dorong semua bank kecil itu untuk konsolidasi," kata Deputi Pengawasan Perbankan III Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Slamet Edy Poernomo di Jakarta, Selasa (23/10).

Dia memaparkan, semakin besar rasio permodalan perbankan maka bank tersebut akan semakin mudah dan cepat dalam melakukan ekspansi. Namun, menurutnya beberapa bank dari sisi permodalan ada yang tidak bisa melakukan ekspansi.

"Jadi kalau mereka mau ekspansi takutnya Non Performing Loan (NPL) nya tinggi terutama bank buku I. Maka dari itu, ekosistem itu sangat penting. Ekosistem itu mesin pendorong pertumbuhan dan bisa menggerakan pertumbuhan ekonomi lebih cepat," jelas dia.

Slamet menjelaskan, ekosistem itu bisa bekerja sama dengan yang lain atau melakukan konglomerasi. Dengan konsolidasi perbankan, maka pengawasan menjadi lebih terkontrol. Selain itu, dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) jauh lebih efisien.

"Kalau jumlah bank sedikit jadi kontrol-nya enak. Misalkan, bank buku I sudah gabung dengan bank buku IV jadi yang kita awasi buku IV saja. Karena kan pasti bank buku I sudah including dengan bank buku IV sehingga lebih efisien," beber Slamet.

Saat ini, kata dia, hampir separuh alokasi SDM mengawasi bank-bank kecil. Padahal, komposisi alokasi SDM untuk mengawasi bank kecil maupun bank besar itu sama saja. "Tapi kalau semua teknologi bisa kebantu semua. Isunya yang kita harapkan konsolidasi, semakin ada penguatan modal bisa dengan merger atau akuisisi. Itu yang kita dorong," imbuhnya.

Senior Economist Bursa Efek Indonesia (BEI). Poltak Hotradero menambahkan, jika belajar dari krisis tahun 1998, maka penguatan permodalan memang suatu keniscayaan. Apakah bentuknya merger, akuisisi, atau menambah modal melalui pasar modal, itu pilihan.

"Saluran pasar modal saat ini mengalami tren pertumbuhan yang luar biasa. Saham-saham perbankan masuk dalam jajaran saham pilihan," ujar Poltak. Demikian juga terkait sumber permodalan, menurut dia, modal dalam negeri atau modal asing, tidak menjadi masalah. "Mereka sangat diperlukan. Mau kucing hitam atau kucing putih, yang penting bisa menangkap tikus," bebernya.

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani, mengungkapkan, saat ini nilai atau value dari bank-bank kecil sedang tinggi. Namun pada saat top up modal, dana nya murah.

Menurut dia, era konsolidasi harus didorong agar perbankan memiliki permodalan yang tinggi. Perbankan yang tidak memiliki ekosistem, harus menentukan arahnya kemana. "Ketika bank buku I dan buku II tidak memiliki ekosistem maka akan mati dengan sendirinya. Margin makin tipis, top up tidak ada dari pemilik," pungkas Aviliani.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Merger dan Akuisisi...
Merger dan Akuisisi Bank Digital Demi Memperkuat Permodalan
OJK Optimistis Skema...
OJK Optimistis Skema Bantalan Likuiditas Efektif Jaga Perbankan
Tumbuh Positif, Aset...
Tumbuh Positif, Aset Perbankan Sulsel Tembus Rp166,51 Triliun
OJK Pastikan Likuiditas...
OJK Pastikan Likuiditas Perbankan Masih Aman
OJK Kumpulkan 15 Bank...
OJK Kumpulkan 15 Bank Minta Revisi RBB Lebih Optimistis
Pastikan Perbankan Stabil...
Pastikan Perbankan Stabil dan Terjaga, OJK: Masyarakat Tak Perlu Khawatir
Berita Terkini
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
21 menit yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
2 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
3 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
3 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
3 jam yang lalu
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
5 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved