Indonesia-Mesir Bukukan Kontrak Dagang Rp1,02 Triliun
Jum'at, 26 Oktober 2018 - 13:03 WIB
Indonesia-Mesir Bukukan Kontrak Dagang Rp1,02 Triliun
A
A
A
JAKARTA - Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 yang digelar Kementerian Perdagangan ditargetkan mampu mendorong banyak ekspor Indonesia ke negara sahabat. Dalam perhelatan ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo, Mesir, berhasil memfasilitasi Nota Kesepahaman (MoU) ekspor komoditas antara pengusaha Indonesia dengan Mesir.
Kesepakatan MoU di ICE BSD, Tangerang, ini disaksikan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Arlinda, Atase Perdagangan KBRI Kairo Burman Rahman dan Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Kairo Yubil Septian.
Adapun nilai perdagangan yang dicapai sebesar USD67,5 juta atau setara Rp1,02 triliun. Estimasi kurs Rp15.227 per dolar Amerika Serikat (USD).
Dari nilai sebesar itu, kontribusi terbesar berasal dari PT Asal Jaya dan Haggag Co Import & Export sebesar USD30 juta, dengan produk yang diekspor adalah komoditas kopi. Disusul kontrak dagang antara PT Gajah Tunggal dan Baraka Contracting and Trading senilai USD20 juta untuk produk ban kendaraan.
Selanjutnya, kontrak pembelian kelapa parut (dessicated coconut), rempah dan minyak esensial (essential oil) sebesar USD8 juta antara PT Global Coconut dengan El Hamd Co for import & Export. Tidak ketinggalan, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) juga membukukan kontrak dengan perusahaan Mesir Egyptian Mediterranean Co sebesar USD5 juta untuk produk etanol dan gliserin.
Kemudian PT Agrorina mengikat kontrak dagang dengan Awlad Abdel Sanad Co untuk penjualan rempah-rempah senilai USD2,5 juta. Terakhir, PT Orson Indonesia dan Stella Co sepakat menjalin kontrak dagang untuk produk sabun dan deterjen senilai USD2 juta.
Usai melakukan penandatanganan kontrak dagang, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menerima delegasi Mesir yang dipimpin Duta Besar Indonesia untuk Mesir Helmy Fauzy di Ruang VVIP Mendag, ICE BSD, Tangerang.
Dalam pertemuan, Enggartiasto mengapresiasi loyalitas importir Mesir yang telah menjaga hubungan baik dengan Indonesia. Apalagi produk yang diimpor adalah komoditas unggulan seperti kopi. "Saya akan memberikan dukungan dalam upaya peningkatan suplai kopi robusta dari Indonesia untuk pasar Mesir," ujar Enggar.
Selain itu, dirinya berharap kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Mesir dapat ditingkatkan di tahun mendatang. Terlebih, saat ini nota kesepahaman pembentukan komite perdagangan bersama (Joint Trade Committee) masih terus dibahas serius. "Dan kami mendorong adanya free trade agreement antara Indonesia-Mesir," tandas Enggar.
Sementara, Dubes Helmy Fauzy mengaku gembira usai menyaksikan penandatangan kontrak ekspor komoditas Indonesia ke Mesir. Menurutnya, nilai kontrak perdagangan yang dibukukan kali ini sudah melampaui target yang dipatok yakni USD65 juta.
Sejauh ini, beberapa perusahaan Indonesia dan Mesir masih melakukan pembicaraan kontrak dagang. Salah satunya adalah importir El Fahd Co yang berencana melakukan pembelian produk kertas senilai USD10 juta. Pada TEI 2017 lalu, perusahaan ini membukukan kontrak impor produk kertas Indonesia ke Mesir senilai USD7 juta.
"Sekali lagi, banyaknya kontrak dagang ini menunjukkan komoditas kita semakin diminati pasar Mesir," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (26/10/2018).
Dubes Helmy menjelaskan, guna terus meningkatkan volume ekspor Indonesia, KBRI Kairo akan semakin memperbanyak kegiatan misi-misi perdagangan di Mesir. Terlebih, neraca perdagangan Indonesia-Mesir pada periode Januari-Juni 2018 sudah menunjukkan surplus untuk Indonesia sebesar USD518 juta.
Untuk itu, lanjut dia, KBRI Kairo juga akan berpartisipasi dalam sejumlah pameran perdagangan di Mesir. Salah satunya adalah pameran perdagangan pertama antar negara-negara Afrika (Intra African Trade Fair) yang akan digelar di Kairo pada 11-17 Desember 2018 mendatang.
Dalam pameran ini, rencananya KBRI Kairo akan membuat Paviliun Indonesia guna mengenalkan produk dan komoditas nusantara. Sejauh ini, sejumlah perusahaan dan BUMN sudah menunjukkan kesiapan berpartisipasi dalam IATF 2018. Antara lain: Pertamina, PTPN III (Persero), Perusahaan Perniagaan Indonesia, Kopi Kapal Api Global, PT INKA, PT Gajah Tunggal dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk.
"Kami berharap semakin banyak BUMN dan pengusaha Indonesia yang mau melakukan terobosan dan inovasi dalam melakukan penetrasi pasar Mesir dan Afrika. Dan KBRI Kairo sangat siap memfasilitasi," kata Dubes Helmy.
Kesepakatan MoU di ICE BSD, Tangerang, ini disaksikan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Arlinda, Atase Perdagangan KBRI Kairo Burman Rahman dan Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Kairo Yubil Septian.
Adapun nilai perdagangan yang dicapai sebesar USD67,5 juta atau setara Rp1,02 triliun. Estimasi kurs Rp15.227 per dolar Amerika Serikat (USD).
Dari nilai sebesar itu, kontribusi terbesar berasal dari PT Asal Jaya dan Haggag Co Import & Export sebesar USD30 juta, dengan produk yang diekspor adalah komoditas kopi. Disusul kontrak dagang antara PT Gajah Tunggal dan Baraka Contracting and Trading senilai USD20 juta untuk produk ban kendaraan.
Selanjutnya, kontrak pembelian kelapa parut (dessicated coconut), rempah dan minyak esensial (essential oil) sebesar USD8 juta antara PT Global Coconut dengan El Hamd Co for import & Export. Tidak ketinggalan, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) juga membukukan kontrak dengan perusahaan Mesir Egyptian Mediterranean Co sebesar USD5 juta untuk produk etanol dan gliserin.
Kemudian PT Agrorina mengikat kontrak dagang dengan Awlad Abdel Sanad Co untuk penjualan rempah-rempah senilai USD2,5 juta. Terakhir, PT Orson Indonesia dan Stella Co sepakat menjalin kontrak dagang untuk produk sabun dan deterjen senilai USD2 juta.
Usai melakukan penandatanganan kontrak dagang, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menerima delegasi Mesir yang dipimpin Duta Besar Indonesia untuk Mesir Helmy Fauzy di Ruang VVIP Mendag, ICE BSD, Tangerang.
Dalam pertemuan, Enggartiasto mengapresiasi loyalitas importir Mesir yang telah menjaga hubungan baik dengan Indonesia. Apalagi produk yang diimpor adalah komoditas unggulan seperti kopi. "Saya akan memberikan dukungan dalam upaya peningkatan suplai kopi robusta dari Indonesia untuk pasar Mesir," ujar Enggar.
Selain itu, dirinya berharap kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Mesir dapat ditingkatkan di tahun mendatang. Terlebih, saat ini nota kesepahaman pembentukan komite perdagangan bersama (Joint Trade Committee) masih terus dibahas serius. "Dan kami mendorong adanya free trade agreement antara Indonesia-Mesir," tandas Enggar.
Sementara, Dubes Helmy Fauzy mengaku gembira usai menyaksikan penandatangan kontrak ekspor komoditas Indonesia ke Mesir. Menurutnya, nilai kontrak perdagangan yang dibukukan kali ini sudah melampaui target yang dipatok yakni USD65 juta.
Sejauh ini, beberapa perusahaan Indonesia dan Mesir masih melakukan pembicaraan kontrak dagang. Salah satunya adalah importir El Fahd Co yang berencana melakukan pembelian produk kertas senilai USD10 juta. Pada TEI 2017 lalu, perusahaan ini membukukan kontrak impor produk kertas Indonesia ke Mesir senilai USD7 juta.
"Sekali lagi, banyaknya kontrak dagang ini menunjukkan komoditas kita semakin diminati pasar Mesir," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (26/10/2018).
Dubes Helmy menjelaskan, guna terus meningkatkan volume ekspor Indonesia, KBRI Kairo akan semakin memperbanyak kegiatan misi-misi perdagangan di Mesir. Terlebih, neraca perdagangan Indonesia-Mesir pada periode Januari-Juni 2018 sudah menunjukkan surplus untuk Indonesia sebesar USD518 juta.
Untuk itu, lanjut dia, KBRI Kairo juga akan berpartisipasi dalam sejumlah pameran perdagangan di Mesir. Salah satunya adalah pameran perdagangan pertama antar negara-negara Afrika (Intra African Trade Fair) yang akan digelar di Kairo pada 11-17 Desember 2018 mendatang.
Dalam pameran ini, rencananya KBRI Kairo akan membuat Paviliun Indonesia guna mengenalkan produk dan komoditas nusantara. Sejauh ini, sejumlah perusahaan dan BUMN sudah menunjukkan kesiapan berpartisipasi dalam IATF 2018. Antara lain: Pertamina, PTPN III (Persero), Perusahaan Perniagaan Indonesia, Kopi Kapal Api Global, PT INKA, PT Gajah Tunggal dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk.
"Kami berharap semakin banyak BUMN dan pengusaha Indonesia yang mau melakukan terobosan dan inovasi dalam melakukan penetrasi pasar Mesir dan Afrika. Dan KBRI Kairo sangat siap memfasilitasi," kata Dubes Helmy.
(ven)
Lihat Juga :