Sri Mulyani Akui Sulit Capai Pertumbuhan Ekonomi 7%

Jum'at, 26 Oktober 2018 - 21:37 WIB
Sri Mulyani Akui Sulit...
Sri Mulyani Akui Sulit Capai Pertumbuhan Ekonomi 7%
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengakui saat ini sulit bagi Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 7%. Kendati demikian, pemerintah terus mengupayakan berbagai cara agar pertumbuhan ekonomi meningkat setiap tahunnya.

"Memang tidak mungkin dicapai (pertumbuhan ekonomi 7%). Walaupun kita masih mengharapkannya. Namun kita tahu bahwa dengan adanya interest rate yang meningkat (jadi sulit)," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (26/10/2018).

Perempuan kelahiran Bandar Lampung ini lantas mengemukakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini berada di 5%. Pasalnya hal ini melihat dari kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak.

"Pertumbuhan ekonomi 5% itu sudah lumayan baik loh kalau melihat tekanan eksternal," imbuhnya.

Dan sambung dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan juga diprediksi masih dilevel 5%. Karena ketidakpastian global masih akan terjadi.

"Karena gejolak ekonomi global yang belum menentu jadi kita masih wait and see," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Mulyani Wanti-wanti...
Sri Mulyani Wanti-wanti Ekonomi RI Bisa Merosot di Bawah 5%, Ini Penyebabnya
Proyeksi Sri Mulyani:...
Proyeksi Sri Mulyani: Ekonomi RI Tumbuh 4% di Kuartal III 2021
Geber Vaksinasi, Sri...
Geber Vaksinasi, Sri Mulyani Pede Ekonomi Meroket 5,3%
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2020 Dipangkas, Menkeu: Lebih Baik dari Malaysia
Sri Mulyani: Ekonomi...
Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia Terus Menunjukkan Resiliensi
IMF Revisi Pertumbuhan...
IMF Revisi Pertumbuhan Ekonomi RI, Sri Mulyani: Belum Pasti!
Berita Terkini
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
53 menit yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
11 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
12 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
14 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved