OCC 2018 Bakal Perkuat Posisi Maritim Indonesia di Dunia dan Domestik

Senin, 29 Oktober 2018 - 16:21 WIB
OCC 2018 Bakal Perkuat...
OCC 2018 Bakal Perkuat Posisi Maritim Indonesia di Dunia dan Domestik
A A A
JAKARTA - Penyelenggaraan Our Ocean Conference (OOC) 2018 diyakini akan memberikan keputusan dan komitmen positif untuk tata kelola laut yang lebih baik, khususnya menyangkut kepentingan para nelayan. Sikap optimis itu diungkapkan Kepala Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL IPB) Ario Damar.

Menurut Ario, melalui OOC 2018 bakal berdampak penting baik untuk pengelolaan laut nasional (dalam negeri) dan internasional (luar negeri). Terutama untuk level internasional, Ario menilai, akan memperkuat posisi Indonesia menjadi poros maritim dunia.

"Ada 6 isu yang dibahas dalam OOC 2018 yakni pengelolaan perikanan berkelanjutan, polusi laut, kawasan konservasi laut, keamanan laut, perubahan iklim dan ekonomi biru. Hal itu akan mendorong perbaikan ekonomi yang berpusat pada sektor industri perikanan," kata Ario di Jakarta, Senin (29/10/2018).

Sedangkan terkait perbaikan ke dalam negeri, Ario mengatakan, amat strategis karena akan dirumuskan komitmen-komitmen yang nantinya menjadi acuan pemerintah memperbaiki dan memanfaatkan laut ke arah ekonomi biru. "Dalam perspektif yang lebih efisien penuh dengan inovasi teknologi dan zero waste," ujar Ario.

Lebih lanjut Ia menuturkan, komitmen-komitmen yang dirumuskan di OOC 2018 perlu lebih dirinci kembali oleh pemerintah Indonesia kemudian dilakukan penelusuran. Sebab, Ario beranggapan, hasil dari OCC 2018 tidak akan memberikan efek secara langsung, namun membutuhkan waktu. Minimal waktu yang diperlukan agar tampak hasil dari OCC 2018 adalah enam bulan ke depan.

"Misalnya, komitmen soal konservasi laut, kita punya banyak sekali daerah konservasi laut, tetapi seberapa efektif pengelolaan konservasi laut itu jauh penting daripada menciptakan daerah konservasi. Manajemen efektivitas yang harus digenjot, apakah sudah bisa 100 persen sebagai kawasan konservasi," ungkapnya.

OCC tahun 2018 berlangsung selama dua hari, yaitu tanggal 29 sampai 30 Oktober 2018, di Nusa Dua, Bali. Konferensi ini merupakan gelaran kelima, sebelumnya konferensi diselenggarakan di Malta.

Sejak tahun 2014, OCC mengundang pemimpin-pemimpin dunia kelautan yang berkomitmen melakukan perubahan bersama guna mengubah tantangan menjadi peluang kerja sama, inovasi, dan keberlanjutan. OCC tahun 2018 dihadiri oleh delapan kepala negara, lebih dari 1.900 perwakilan 70 negara, 30 pejabat setingkat Menteri, 38 organisasi internasional, 290 NGO dan sektor privat.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Urgensi Majelis Kemaritiman...
Urgensi Majelis Kemaritiman Muhammadiyah
Nantikan Gebrakan Pelabuhan...
Nantikan Gebrakan Pelabuhan dari Kemenko Marves
Luhut Bakar Semangat...
Luhut Bakar Semangat Milenial untuk Menegakkan RI Sebagai Negara Kepulauan
Gandeng Milenial, Luhut...
Gandeng Milenial, Luhut Tak Ingin Gagasan Poros Maritim Hanya Sekedar Slogan
Hari Nusantara Menuju...
Hari Nusantara Menuju Indonesia Poros Maritim Dunia
Pengamat Maritim: Indonesia...
Pengamat Maritim: Indonesia Miliki Emas Biru yang Belum Dimaksimalkan
Berita Terkini
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
1 jam yang lalu
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
1 jam yang lalu
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
2 jam yang lalu
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
2 jam yang lalu
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
3 jam yang lalu
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved