Nantikan Gebrakan Pelabuhan dari Kemenko Marves
Jum'at, 06 Agustus 2021 - 11:51 WIB
loading...
Kemenko Marves melakukan gebrakan perubahan, mengingatkan merupakan aspek yang tidak terpisahkan dari perekonomian, bahkan menjadi key enabler (pendorong utama) perdagangan internasional. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ( Kemenko Marves ) mengatakan, pelabuhan dari kegiatan perekonomian khususnya perdagangan nasional. Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Kemenko Marves, Ayodhia Kalake mengatakan, untuk melakukan gebrakan perubahan khususnya digitalisasi di kawasan pelabuhan.
“Pelabuhan merupakan aspek yang tidak terpisahkan dari perekonomian, bahkan menjadi key enabler (pendorong utama) perdagangan internasional. Besarnya peran pelabuhan ini menyambut Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia,” kata Ayodhia melalui pernyataan tertulis yang diterima MNC News Portal, dikutip Jumat (6/8/2021).
Baca Juga: Luhut Beri Pesan Ini bagi Anak Muda Aktivis Kemaritiman
Dirinya mengatakan sektor maritim memiliki peranan penting bagi Indonesia, dirinya mencatat sebanyak 58% perdagangan dunia melalui Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Lombok dengan total nilai perdagangan mencapai sekitar USD 435 miliar.
“Terlebih lagi pusat gravitasi geo-ekonomi dan geo-politik dunia sedang bergeser dari barat ke Asia Timur sehingga ini menjadi momentum yang sangat baik untuk mendorong Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia,” sambutnya dengan positif.
“Pelabuhan merupakan aspek yang tidak terpisahkan dari perekonomian, bahkan menjadi key enabler (pendorong utama) perdagangan internasional. Besarnya peran pelabuhan ini menyambut Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia,” kata Ayodhia melalui pernyataan tertulis yang diterima MNC News Portal, dikutip Jumat (6/8/2021).
Baca Juga: Luhut Beri Pesan Ini bagi Anak Muda Aktivis Kemaritiman
Dirinya mengatakan sektor maritim memiliki peranan penting bagi Indonesia, dirinya mencatat sebanyak 58% perdagangan dunia melalui Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Lombok dengan total nilai perdagangan mencapai sekitar USD 435 miliar.
“Terlebih lagi pusat gravitasi geo-ekonomi dan geo-politik dunia sedang bergeser dari barat ke Asia Timur sehingga ini menjadi momentum yang sangat baik untuk mendorong Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia,” sambutnya dengan positif.
Lihat Juga :