Kepala BKPM: Implementasi Kebijakan Pro Investasi Masih Kurang

Selasa, 30 Oktober 2018 - 15:50 WIB
Kepala BKPM: Implementasi...
Kepala BKPM: Implementasi Kebijakan Pro Investasi Masih Kurang
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menilai implementasi kebijakan pro investasi di Indonesia masih kurang. Terbukti, pada kuartal III/2018 realisasi investasi turun 1,6% menjadi sekitar Rp173,8 triliun.

"Jadi menurut saya, eksekusi implementasi dari kebijakan yang pro investasi masih kurang. Kita harus mengerti bahwa realisasi investasi di tahun itu adalah buah panen dari upaya tahun sebelumnya. Jadi kalau investasi di 2018 itu lemah, itu berarti mencerminkan upaya yang kurang berhasil 12 bulan sebelumnya," ujarnya di Gedung BKPM, Jakarta, Selasa (30/10/2018).

Thomas tidak menampik bahwa faktor eksternal juga turut memengaruhi realisasi investasi. Menurutnya, tekanan terhadap rupiah dan ketidakpastian akibat perang dagang memang tidak membantu meningkatkan investasi di Indonesia. Namun, kata dia, hal tersebut di luar kendali pemerintah.

Mantan Menteri Perdagangan ini menyatakan, pemerintah tidak bisa selalu menyalahkan faktor eksternal dan menutup mata terhadap kondisi di dalam negeri. Pemerintah diminta bersikap dewasa dan mengakui bahwa kondisi di dalam negeri juga tidak menguntungkan untuk investasi di Indonesia.

"Kita harus fokus pada faktor dalam negeri. Kita juga jangan berlebihan buang badan atau menyalahkan faktor eksternal. Jadi kita harus menyikapinya dengan dewasa dan mengakui bahwa mohon maaf, eksekusi dan implementasi visi presiden masih kurang," tegasnya.

Berkaca pada sejarah dua hingga tiga tahun belakang, kata Tom, investasi selama ini selalu menyelamatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Bahkan, pada 2017 investasi telah menyelamatkan pertumbuhan ekonomi hingga kuartal I/2018.

Masih menurut Tom, hal tersebut tidak terlepas dari gelombang reformasi dan deregulasi yang diluncurkan pemerintah pada 2015. Selain itu, program pengampunan pajak (tax amnesty) juga menjadi terobosan besar untuk investasi.

"Sayangnya, di 2017 tidak ada terobosan atau reformasi ekonomi yang berarti. Akhirnya, konsekuensinya investasi tahun berikutnya tidak akan optimal," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Serabutan Sedot Investasi,...
Serabutan Sedot Investasi, Besar atau Kecil Tetap Dilayani
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Kejar Target Investasi,...
Kejar Target Investasi, Kepala BKPM Pakai Strategi Ala Juventus
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
Berita Terkini
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
38 menit yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
1 jam yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
1 jam yang lalu
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
5 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
5 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
5 jam yang lalu
Infografis
10 Kapolda Lulusan Akpol...
10 Kapolda Lulusan Akpol 1994, Teman Satu Angkatan Kepala BNN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved