Penerimaan Negara dari Panas Bumi Capai Rp1,14 Triliun

Jum'at, 02 November 2018 - 15:30 WIB
Penerimaan Negara dari...
Penerimaan Negara dari Panas Bumi Capai Rp1,14 Triliun
A A A
KAMOJANG - Pemerintah mencatat realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) subsektor panas bumi sampai dengan triwulan III/2018 telah mencapai Rp1,14 triliun. Nilai tersebut melampaui target atau 163% dari target yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar Rp700 miliar.

"Penerimaan utamanya ditopang dari wilayah kerja panas bumi (WKP) di Jawa Barat mencapai Rp1,12 triliun," ujar Direktur Panas Bumi pada Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ida Nuryatin Finahari di sela acara Sosialisasi Capaian Kinerja Sektor ESDM, di Kamojang, Jawa Barat, Jumat (2/11/2018).

Berdasarkan data Kementerian ESDM WKP Panas Bumi di Jabar tersebut antara lain, WKP Salak, WKP Darajat, WKP Wayang Windu, WKP Tangkuban Perahu, WKP Tampomas dan WKP Cibuni. Pada triwulan III/2018 total PNBP dari subsektor panas bumi di wilayah Jabar mencapai Rp1,12 triliun.

Menurut dia, komposisi penerimaan tersebut utamanya ditopang dari wilayah kerja panas bumi yang telah ada sebesar 95% dan WKP izin panas bumi (IPB) sebesar 5%. Adapun penerimaan PNBP tersebut bersumber dari empat jenis penerimaan, yakni setoran bagian pemerintah, iuran tetap eksplorasi, iuran tetap produksi, dan iuran produksi atau royalti.

Sedangkan untuk bonus produksi WKP Panas Bumi secara nasional terhitung sejak 2014-2018 triwulan II/2018 mencapai Rp185,18 miliar. Pada triwulan II/2018 bonus produksi secara nasional mencapai Rp40 miliar. Untuk penerima terbesar bonus produksi berada di Jabar dengan nilai sebesar Rp30,98 miliar.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Garut Rudi Gunawan mengatakan, pengembangan WKP pembangkit listrik panas bumi (PLTP) di Jabar sangat menguntungkan bagi pembangunan di daerah.
Komposisi bagi hasil PNBP terdiri dari pemerintah pusat sebesar 20% dan 80% untuk pemerintah daerah.
Kemudian bagi hasil transfer 80% yang dibagi lagi menjadi 32% persen untuk daerah penghasil, 32% untuk daerah pemerataan dan 16% untuk pemerintah provinsi.

"Kami menerima transfer bagi hasil dari pemerintah pusat mencapai 32%. Kami menerima mutlak itu dari WKP Darajat sedangkan untuk WKP Kamojang diterima dengan Bandung. Selain itu juga dari WKP Karaha Bodas," kata dia.

Dia mengatakan, bonus produksi dari tiga WKP Panas Bumi tersebut terhitung sampai triwulan II/2018 mencapai Rp13 miliar. Sedangkan untuk dana transfer dari PNBP sejak 2006-2018 triwulan II/2018 mencapai Rp265 miliar. "Untuk tahun ini kami menerima dana transfer bagi hasil sebesar Rp33 miliar," sambungnya.

Dia menandaskan dana transfer maupun bonus produksi mempercepat pembangunan ekonomi daerah dan pengembangan pariwisata. "Uang ini digunakan untuk membangun kecamatan sekitar dan meningkatkan ekonomi wilayah sekitar," tuturnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia Punya Harta...
Indonesia Punya Harta Karun Energi Terbesar ke-2 Dunia, Tapi Baru Dipakai 9%
Skema Insentif Kompensasi...
Skema Insentif Kompensasi Eksplorasi Panas Bumi Disusun Demi Investasi
Garap Harta Karun Energi...
Garap Harta Karun Energi di Jantung Indonesia, PGE Buka Peluang Kemitraan Strategis
Berpengalaman Hampir...
Berpengalaman Hampir 50 Tahun, PGE Dapat Dukungan Jadi Induk BUMN Panas Bumi
Meneropong Tantangan...
Meneropong Tantangan Merger Anak Usaha Pertamina dan PLN dengan Geo Dipa
Indonesia Kuasai Cadangan...
Indonesia Kuasai Cadangan Geothermal Dunia, Tapi Pengelolaan Masih Minim
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
6 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
43 menit yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
1 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
1 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved