Bos SKK Migas Minta Potensi Lapangan Migas Tua Dikembangkan

Rabu, 07 November 2018 - 13:48 WIB
Bos SKK Migas Minta...
Bos SKK Migas Minta Potensi Lapangan Migas Tua Dikembangkan
A A A
JAKARTA - Kebutuhan energi di Indonesia, khususnya bahan bakar berbasis fosil diakui terus meningkat seiring dengan bertambahnya populasi dan berkembangnya ekonomi. Hal itu menimbulkan risiko berupa tingginya impor jika tak mampu diimbangi peningkatan produksi di dalam negeri.

Hal itu diungkapkan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi
(SKK Migas) Amien Sunaryadi di sela acara diskusi dan peluncuran buku bertajuk "Making Money from Mature Fields: The Spirit of Indonesia's Oil & Gas Producers" di Jakarta, Rabu (7/11/2018).

"Indonesia ini agak berisiko, populasi naik terus, discovery (migas) kecil-kecil. Akibatnya impor naik terus, akhirnya rupiah yang kena (dampaknya)," ujar Amien.

Karena itu, kata dia, tantangan saat ini adalah bagaimana mendongkrak produksi minyak di dalam negeri. Sementara, sambung dia, untuk meningkatkan produksi dari lapangan migas baru butuh waktu dan biaya tak sedikit.

"Jadi yang praktis seperti apa? Kita ini 47% lapangan migasnya termasuk lapangan mature yang umurnya di atas 25 tahun. Karakter lapangan tua ini produksinya turun, sementara cost naik terus. Ini tantangannya, bagaimana men-duit-kan lapangan mature ini," tandasnya.

Untuk itu, kata dia, produsen migas harus jeli mencari lapangan tua yang cadangan tersisanya (remaining reserve) masih cukup besar. Kemudian, sambung dia, produsen harus kreatif agar recovery rate dari lapangan tersebut dapat ditingkatkan.

Dia mencontohkan PT Pertamina EP (PEP) yang mampu mendongkrak recovery rate lapangan Sukowati hingga 50%. Hasilnya, lapangan ini mampu menyumbangkan produksi terbesar dari lapangan-lapangan lain yang dikelola oleh anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut.

"Jadi di-matching-kan antara lapangan yang recovery rate-nya masih kecil dengan cara mengangkat minyaknya ke permukaan. Coba cari yang paling efisien," tandasnya.

Amien menambahkan, hal itu sangat dimungkinkan karena Indonesia tidak kekurangan sumber daya yang handal di sektor migas. Dari sisi teknologi pun saat ini menurutnya sudah mendukung.

"Cari orang yg mengerti, lihat ke lapangan dan coba. Ini artinya butuh insinyur yang mengerti dan mau datang ke lapangan. Recovery Rate kita pasti bisa naik kalau SDM-nya baik. Lapangan Ada, SDM ada, teknologi ada. Hanya tinggal how to manage people," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pascapandemi, SKK Migas...
Pascapandemi, SKK Migas Siap Tawarkan Blok Migas ke Luar Negeri
Target Lifting Migas...
Target Lifting Migas 2024 Turun, SKK Migas Sebut Lebih Realistis
Lifting Migas Loyo Tak...
Lifting Migas Loyo Tak Capai Target, Ini Penyebabnya
Maju Tak Gentar, Produksi...
Maju Tak Gentar, Produksi Minyak 1 Juta Barel Tetap Diburu hingga 2030
Medco Sukses Ngebor...
Medco Sukses Ngebor di Natuna, Kepala SKK Migas: Genjot Terus!
Potensi Migas di Jabanusa...
Potensi Migas di Jabanusa Masih Tinggi, Siap Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
2 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
2 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
3 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
3 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
4 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
5 jam yang lalu
Infografis
Rakyat Swiss Minta Pembelian...
Rakyat Swiss Minta Pembelian 36 Jet Tempur F-35 AS Dibatalkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved