IHSG Berakhir Menguat di Level 5.939 Saat Bursa Asia Mixed

Rabu, 07 November 2018 - 16:42 WIB
IHSG Berakhir Menguat...
IHSG Berakhir Menguat di Level 5.939 Saat Bursa Asia Mixed
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat hingga sesi akhir perdagangan, Rabu (7/11/2018) untuk mengiringi pergerakan mixed mayoritas bursa utama Asia. Hingga sesi penutupan, IHSG naik 15,96 poin atau 0,27% ke posisi 5.939,89 untuk meneruskan tren positif pekan ini.

Pada perdagangan sesi I siang tadi, IHSG sedikit berkurang usai tergelincir sebesar 14,54 poin atau setara minus 0,25% menjadi 5.909,39 meskipun terbilang masih berada dalam jalur positif. Pada pembukaan pagi tadi, bursa saham Tanah Air bertengger di posisi 5.936,23 setelah meningkat mencapai 12,300 poin atau 0,21% dari penutupan Selasa (6/11) yakni 5.923,93 poin.

Sektor saham dalam negeri hingga sesi penutupan secara keseluruhan berada di jalur positif. Kenaikan tertinggi dipimpin oleh lesatan sektor properti 1,90% untuk mengiringi lompatan aneka industri 1.48%. Di sisi lain pelemahan terdalam menimpa perkebunan usai kehilangan 0,19% dan consumer merosot 0,17%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp8,38 triliun dengan 9,32 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp738,03 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,75 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,49 triliun. Tercatat sebesar 220 saham menguat, 185 melemah dan 123 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) bertambah Rp235 menjadi Rp1.175, PT Astra International Tbk. (ASII) naik Rp125 menjadi Rp8.225 serta PT BISI International Tbk. (BISI) meningkat Rp50 menjadi Rp1.475.

Beberapa saham dengan pelemahan yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp475 menjadi Rp79.550, PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU) menyusut Rp350 menjadi Rp1.820 dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berkurang Rp300 ke level Rp14.675.

Reaksi pasar saham Asia relatif mampu diredam hingga perdagangan Rabu, sore yang terlihat bergerak mixed atau variatif menjelang hasil pemilihan umum sela Amerika Serikat (AS). Pemilu sela AS dipersiapkan untuk menciptakan perubahan signifikan terkait bagaimana Presiden Donald Trump dapat mencapai tujuan domestiknya.

Namun para pengamat mengatakan, hasilnya kemungkinan tidak banyak berarti untuk kebijakan perdagangan Negara Paman Sam -julukan AS- di tengah dagang versus China. Dimana dua ekonomi terbesar dunia itu saling menetapkan tarif impor tinggi terhadap satu sama lain.

Pada pasar ekuitas, indeks utama bervariasi. Terpantau, indeks Nikkei Jepang mengalami penurunan 61,95 poin atau setara 0,28% menjadi 22.085,8 untuk mengikuti kejatuhan indeks Topix sebesar 6,92 poin atau 0,42% menjadi 1.652,43.

Pelemahan juga terlihat pada indeks Kospi, Korea Selatan usai kehilangan 10,93 poin atau 0,52% ke level 2.078,69. Sedangkan bursa patokan Australia ASX 200 lebih tinggi mencapai 21,7 poin yang setara 0,37% di posisi 5.896,9.

Selanjutnya hingga sesi perdagangan sore tengah pekan, indeks Hang Seng di Hong Kong mendapatkan tambahan 26,73 poin atau 0,10% ke level 26.147,69. Sementara komposit Shanghai tergerus 18,01 poin atau 0,68% hingga berakhir di level 2.641,34 sementara komposit Shenzhen turun 5,81 poin atau 0,43% menjadi 1.340,37.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Temuan Vaksin Covid-19...
Temuan Vaksin Covid-19 Jadi Sentimen Positif, IHSG Berpotensi Reli
IHSG Diprediksi Melemah...
IHSG Diprediksi Melemah dalam Jangka Pendek
Pagi Menghijau, IHSG...
Pagi Menghijau, IHSG Sore Ditutup Anjlok 1,05 Persen ke 5.105
Bisa Tembus Level 6.000...
Bisa Tembus Level 6.000 di Akhir Tahun, IHSG Menuju Fase Skenario Terbaik
Koleksi 5 Saham Ini...
Koleksi 5 Saham Ini Saat IHSG Masih Akan Meroket
Ekspor November Tertinggi...
Ekspor November Tertinggi Sejak 2018, Data BPS: Tembus USD15,28 Miliar
Berita Terkini
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
46 menit yang lalu
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
1 jam yang lalu
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
1 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
1 jam yang lalu
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
3 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved