Wall Street Jatuh Karena Kekhawatiran Pertumbuhan Ekonomi Global

Sabtu, 10 November 2018 - 07:12 WIB
Wall Street Jatuh Karena...
Wall Street Jatuh Karena Kekhawatiran Pertumbuhan Ekonomi Global
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat (Wall Street) mengalami kerugian pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, imbas jatuhnya harga minyak mentah berjangka AS dan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Melansir dari CNBC, Sabtu (10/11/2018), Dow Jones Industrial Average turun 201,92 poin menjadi 25.989,30 karena kerugian di saham Caterpillar dan Goldman Sachs. Indeks S&P 500 turun 0,9% menjadi 2.781,01, karena rendahnya saham teknologi. Nasdaq tertinggal 1,7% menjadi 7.406,90 karena saham Facebook, Amazon, Netflix dan Alphabet semuanya diperdagangkan lebih rendah.

Wall Street merugi karena harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate turun 0,8% menjadi USD60,19 per barel, setelah sempat jatuh di bawah USD60 per barel untuk pertama kalinya sejak Maret 2018. WTI telah jatuh lebih dari 20% di bawah 52 minggu, saat level tertinggi mereka.

Selain itu, data yang mengecewakan dari China juga mengurangi sentimen di Wall Street. Asosiasi industri otomotif di China mengatakan penjualan mobil di negaranya turun 11,7% pada bulan lalu, merupakan penurunan empat bulan secara beruntun.

Data ekonomi China yang lemah datang karena Presiden AS Donald Trump melakukan tamparan tarif miliaran dolar terhadap produk impor asal China sejak Maret lalu. Dan China berusaha membalas sehingga terjadai percekcokan perdagangan.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global. Pasalnya, China banyak memberi pinjaman pada banyak negara, jika ekonomi mereka terganggu akan berdampak pada negara lainnya.

"Kami melibat bahwa ekonomi global melemah dari ujung atas ke ujung bawah. Dan tren keseluruhan jelas melemah," ujar Benjamin Lau, kepala investasi Apriem Advisors.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Di Tengah Kekhwatiran...
Di Tengah Kekhwatiran Pandemi dan Perang Dagang, Wall Street Cetak Rekor
Perang Dagang Guncang...
Perang Dagang Guncang Pasar Global, Begini Gerak IHSG dalam Sepekan
Wall Street Jatuh Terseret...
Wall Street Jatuh Terseret Data Ekonomi dan Laporan Perusahaan
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit di Tengah Harapan Ekonomi, Saham Perbankan Melompat
Saham Teknologi Jadi...
Saham Teknologi Jadi Primadona Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Mixed
Wall Street Variatif...
Wall Street Variatif Saat Indeks S&P Dalam Jalur Terbaik 34 Tahun
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
10 jam yang lalu
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
10 jam yang lalu
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
11 jam yang lalu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
11 jam yang lalu
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
12 jam yang lalu
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
13 jam yang lalu
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved