Dolar AS Berdiri Tinggi, Rupiah Tertunduk ke Rp14.735

Senin, 12 November 2018 - 10:53 WIB
Dolar AS Berdiri Tinggi,...
Dolar AS Berdiri Tinggi, Rupiah Tertunduk ke Rp14.735
A A A
JAKARTA - Setelah menguat hampir sepekan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) berbalik melemah. Rupiah di indeks Bloomberg pada Senin (12/11/2018) terpantau melemah 57 poin atau 0,39% ke level Rp14.735 per USD.

Awal perdagangan, mata uang NKRI dibuka jatuh 85 poin ke level Rp14.762 per USD, berbanding penutupan Jumat lalu di level Rp14.677 per USD.

Laju rupiah di data Yahoo Finance pagi ini juga terpantau lemah, sebesar 45 poin alias 0,31% ke posisi Rp14.725 per USD, berbanding penutupan Jumat (9/12) di posisi Rp14.680 per USD.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada Senin ini berada di Rp14.747 per USD, terdepresiasi 115 poin dari posisi Rp14.632 per USD pada penutupan Jumat pekan lalu.

Analis Senior CSA Research Institute, Reza Priyambada, mengatakan rilis Bank Indonesia soal defisit neraca transaksi berjalan (CAD) pada kuartal III-2018 sebesar USD8,8 miliar atau 3,37% dari PDB, alias masih melebar dibanding kuartal sebelumnya membuat rupiah kembali melemah.

Sementara, dolar AS kembali siuman setelah hampir sepekan melemah, dengan naik ke level tertinggi 16 bulan pada Senin ini. Karena investor berharap The Fed tetap mengencangkan kebijakan moneter.

Mengutip Reuters, Senin (12/11), The Fed menegaskan kembali rencananya untuk menaikkan suku bunga 25 basis poin pada Desember, diikuti dua potensi kenaikan suku bunga pada pertengahan tahun 2019, seiring data ekonomi AS yang ciamik dan meningkatnya upah.

Greenback juga mengambil keuntungan dari perlambatan ekonomi di China, ketidakpastian Brexit dan kebuntuan anggaran Italia antara Roma dan Brussels--markas Uni Eropa.

Hasil ini membuat indeks USD naik 0,12% ke level 97,02, level tertinggi 16 bulan. "Indeks USD kembali menguat setelah hasil Pemilu Sela. Kedepan pergerakannya akan didorong oleh sekitar anggaran Italia dan politik Brexit," kata Sim Moh Siong, ahli strategi mata uang di Bank of Singapore.

Dolar AS pun hari ini naik 0,1% melawan yen Jepang menjadi 113,94. Poundsterling Inggris kehilangan 0,25% menjadi USD1,2841. Dan euro turun 0,11% menjadi USD1,1322.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Berpotensi Berbalik...
Rupiah Berpotensi Berbalik Menguat
Rupiah Diprediksi Kembali...
Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Hari Ini, Rupiah Diprediksi...
Hari Ini, Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Rupiah Melemah 60 Poin...
Rupiah Melemah 60 Poin ke Rp15.455 per USD
Berita Terkini
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
3 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
19 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
21 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
31 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved