Penasihat Ekonomi Trump Isyaratkan Mengusir China dari WTO

Kamis, 22 November 2018 - 13:40 WIB
Penasihat Ekonomi Trump...
Penasihat Ekonomi Trump Isyaratkan Mengusir China dari WTO
A A A
WASHINGTON - Salah satu penasihat ekonomi utama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyarankan, agar 'mengusir China' dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Ketua Dewan Penasehat Ekonomi Presiden Kevin Hasset mengatakan, China telah melakukan salah langkah sebagai anggota WTO.

(Baca Juga: Imbas Perang Dagang, Trump Ancam Mundur Dari WTO )

Dalam wawancara dengan BBC, Ia juga mengklaim AS telah gagal dalam organisasi tersebut. Tetapi Hasset mengatakan, bahwa apa yang dia sebut sebagai strategi keras Presiden dalam perdagangan internasional telah berhasil. Dalam tubuh WTO, Presiden Trump telah mengambil pendekatan yang dipandang banyak pihak sebagai gangguan.

Hal itu menimbulkan tantangan yang signifikan terhadap kemampuan WTO untuk menyelesaikan perselisihan antara negara-negara anggota tentang dugaan pelanggaran aturannya. Elemen kunci dalam sistem perselisihan WTO yakni badan yang mengurus naik banding terhadap putusan awal oleh panel perselisihan.

AS sendiri telah menghalangi penunjukan baru, ketika masa keanggotaannya berakhir dan itu membuat semakin sulit bagi tubuh organisasi untuk berfungsi. Hassett mengungkapkan, WTO memainkan peran sejarah yang sangat penting dalam membantu memodernisasi dunia. Tetapi dia juga berpikir bahwa telah gagal bagi AS dalam banyak hal.

Dia menambahkan, AS umumnya memenangkan kasus yang dibawa ke WTO tetapi "butuh lima atau enam tahun dan kemudian kerusakan itu dilakukan". Menurutnya WTO perlu lebih mampu menangani negara-negara yang tidak mematuhi aturan dan bersedia kalah di WTO karena hukumannya sangat ringan. " Kami tidak pernah membayangkan bahwa suatu negara akan masuk WTO dan kemudian berperilaku seperti China. Ini hal baru bagi WTO untuk memiliki anggota yang nakal begitu banyak," lanjut Hassett.

Menghapus China

Pertanyaan yang dia ajukan yakni apakah hal itu dapat diperbaiki melalui negosiasi bilateral, dengan mereformasi WTO atau bahkan, dengan menyingkirkan China dari WTO. Paling terakhir merupakan kebijakan AS yang tidak resmi. Menurutnya hal itu menjadi pilihan terakhir, paling tidak disukai, dari tiga opsi yang dimasukkan oleh Hassett dan dia menyatakannya sebagai sebuah pertanyaan: "Haruskah kita mengejar penggusuran China dari WTO?"

Lanjut dia mengutarakan, Itu bahkan tidak mungkin. Tetapi ini menjadi saran yang mengejutkan untuk didengar dari seorang tokoh senior di pemerintahan AS. Hal ini tentu sesuai dengan pendekatan umum pada perdagangan internasional telah jauh lebih asertif - banyak yang mengatakan konfrontatif - daripada pendahulu Presiden Trump. Dalam dua tahun pertamanya, ia memberlakukan tarif -pajak impor- pada baja dan aluminium dan produk China.

Dia menarik AS keluar dari salah satu perjanjian perdagangan, yakni Kemitraan Transpacific, dan memulai renegosiasi yang lain, Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA). Banyak kritikus menerangkan Presiden Trump melihat banyak hal ini sebagai proteksionisme. Hassett mengatakan, bahwa Presiden Trump ingin melihat perdagangan bebas hambatan dengan setiap negara di bumi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
WTO Putuskan AS Bersalah...
WTO Putuskan AS Bersalah dalam Perang Dagang, Washington Ngamuk
China Diseret ke WTO...
China Diseret ke WTO usai Menyelidiki Subsidi Susu Uni Eropa
WTO: Perang Tarif, Perdagangan...
WTO: Perang Tarif, Perdagangan AS-China Bisa Terpangkas hingga 80 Persen
Praktik Perdagangan...
Praktik Perdagangan China Mendapat Kecaman Keras
Kandidat dari Saudi:...
Kandidat dari Saudi: Perbaiki WTO Butuh Manajemen dan Kepemimpinan
Perang Israel-Hamas...
Perang Israel-Hamas Meluas, WTO Wanti-wanti Ekonomi Global Bakal Kehilangan 5%
Berita Terkini
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
12 menit yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
10 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
10 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
10 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
10 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
11 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved