Dorong Ekspor Kopi Gayo, Kemendag Datangkan Pembeli dari Kanada

Jum'at, 23 November 2018 - 12:31 WIB
Dorong Ekspor Kopi Gayo,...
Dorong Ekspor Kopi Gayo, Kemendag Datangkan Pembeli dari Kanada
A A A
JAKARTA - Indonesia memiliki keanekaragaman jenis kopi, salah satunya kopi Gayo di Takengon, Aceh Tengah. Untuk semakin mempopulerkan kopi ini, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan kembali memfasilitasi pembeli potensial dari Kanada bertemu dengan pengusaha kopi Gayo, pada 11–20 November 2018 lalu.

Dirjen PEN Kemendag, Arlinda, mengatakan kegiatan ini merupakan komitmen pemerintah untuk mendorong ekspor nonmigas, khususnya produk kopi khas Indonesia. Selain itu, kegiatan juga ini merupakan implementasi kerja sama Kemendag dengan Global Affairs Canada dalam Trade and Private Sector Assistance (TPSA) Project.

Dari kunjungan ini, nilai kontrak yang telah terjalin sebesar USD2,6 juta untuk pengiriman November 2018-Juni 2019. Di luar kegiatan kunjungan ini, sudah terjadi transaksi ekspor langsung ke Kanada dan Amerika Serikat senilai USD4 juta.

"Nilai transaksi tersebut ditargetkan meningkat dua kali lipat, melihat animo para pembeli yang datang. Diharapkan melalui kegiatan ini terjadi transaksi dagang yang berkesinambungan," jelas Arlinda dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Menurut Arlinda, pada kunjungan ini para pembeli melihat langsung proses budidaya dan produksi di kebun kopi. "Kunjungan langsung dari pembeli akan memberi informasi secara langsung bagaimana kopi Gayo ditanam dan diproses. Selain itu, akan memberikan keyakinan pada pembeli akan kualitas kopi Gayo," jelasnya.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor, Marolop Nainggolan, menambahkan para produsen kopi Gayo di Kabupaten Aceh Tengah sebelumnya telah mendapatkan pembinaan dan telah mengikuti pameran internasional di Amerika Serikat selama dua tahun berturut-turut.

"Oleh sebab itu, kualitas produk dan kapasitas perusahaan dalam produksi kopi Gayo tidak perlu diragukan lagi," tandasnya.

Dan, cerita dia, para pembeli telah melakukan kontak dengan pengusaha kopi Gayo binaan, membahas contoh produk yang akan ditinjau. Perusahaan kopi Gayo binaan TPSA Project yang dikunjungi pembeli dari Kanada adalah Koperasi Arinagata, PT Meukat Komuditi Gayo, PT Orangutan Lestari, Koperasi Redelong Organik, dan Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo).

Arlinda mengungkapkan, kunjungan para pembeli ini juga merupakan salah satu tindak lanjut partisipasi pengusaha kopi dari Takengon pada pameran Global Specialty Coffee Expo di Seattle, Amerika Serikat awal tahun 2018. Pada pameran tersebut, Kemendag melalui TPSA project memfasilitasi lima perusahaan/produsen kopi dari wilayah Gayo, Nangroe Aceh Darussalam untuk berpartisipasi dalam pameran.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wanginya Ekspor Kopi...
Wanginya Ekspor Kopi Indonesia, Surplus USD560 Juta di Awal Tahun
Joss! Indonesia Ekspor...
Joss! Indonesia Ekspor 16,65 Ton Kopi ke Australia
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
Perkuat Posisi Ekspor...
Perkuat Posisi Ekspor Indonesia, BUMN Ini Siapkan 60.000 Bibit Kopi
Mendag: Kopi Indonesia...
Mendag: Kopi Indonesia Istimewa, Mampu Bersaing di Pasar Global
Ini Strategi Kementerian...
Ini Strategi Kementerian Perdagangan Dongkrak Ekspor Nasional
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
9 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
9 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
10 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
10 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
10 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
11 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved