Ekonomi AS Sangat Kuat, Mendag Salahkan Media Picu Kekhawatiran

Rabu, 05 Desember 2018 - 03:11 WIB
Ekonomi AS Sangat Kuat,...
Ekonomi AS Sangat Kuat, Mendag Salahkan Media Picu Kekhawatiran
A A A
NEW YORK - Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Wilbur Ross menegaskan, perekonomian AS dalam kondisi baik dan sangat kuat di tengah perang perdagangan versus China. Lebih lanjut, Ia menyalahkan media karena memicu kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi Negeri Paman Sam -julukan AS-.

"Pertama-tama ekonomi sendiri benar-benar kuat. Anda telah melihat angka pengangguran, Anda juga sudah melihat klaim baru, produksi industri, serta telah melihat kepercayaan eksekutif dan Anda juga melihat kepercayaan konsumen. Itu semua sangat, sangat tinggi," tegas Mendag AS Wilbur Ross kepada CNBC's "Squawk Box."
(Baca Juga: Ketidakpastian Gencatan 90 Hari Perang Dagang AS-China )
Sementara itu, Ia menyalahkan media yang berkontribusi mencuatkan kekhawatiran atas perlambatan ekonomi AS. "Pers tampaknya ebih terobsesi dengan apa yang mungkin ada di masa depan," tambahnya.

Ross mengatakan, alih-alih "berspekulasi," media seharusnya menilai administrasi Trump dengan apa yang dilakukannya "bukan apa yang mereka pikir mungkin beberapa hantu yang bersembunyi di masa depan."

Di sisi lain perusahaan-perusahaan raksasa Wall Street, termasuk Goldman Sachs dan J.P. Morgan memprediksi, pertumbuhan AS bakal melambat hingga di bawah 2% pada paruh kedua 2019, mendatang. Para ekonom juga telah mengutarakan kekhawatiran mereka, termasuk di dalam kenaikan suku bunga Federal Reserve dan dampak perang tarif.

Setelah kenaikan terbaru, pada bulan September, the Fed memproyeksikan bakal tiga kali lagi mengkerek suku bunga acuan AS alias Fed rate. Namun dalam pidatonya pekan lalu, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan, suku bunga acuan masih rendah dibandingkan standar historis.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa kekhawatiran tentang langkah lebih agresif untuk suku bunga lebih tinggi lagi, kemungkinan bakal berakhir. Sedangkan Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akhir pekan kemarin baru saja mencapai kesepakatan untuk gencatan perang dagang selama 90 hari ke depan.

Ross mengatakan Trump mendapat jaminan 'sangat bagus' dari Xi Jinping tentang perdagangan. "Saya percaya jika semua berjalan sesuai dengan indikasi yang mereka miliki dengan Presiden Trump, semua orang akan benar-benar bahagia. Sambung dia menambahkan selama periode 90 hari gencatan perang dagang, pemerintahan Trump diharapkan menjabarkan rincian kesepakatan dengan China.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ancaman Perang Dingin...
Ancaman Perang Dingin AS-China Lebih Besar Ketimbang Virus
China Menyerah? Xi Jinping...
China Menyerah? Xi Jinping Sebut Tak Ada Pemenang dalam Perang Dagang Melawan AS
Apakah Trump 2.0 Bikin...
Apakah Trump 2.0 Bikin Perang Dagang Memanas? China Cari Win-win Solusi
China Membalas Tarif...
China Membalas Tarif Impor AS, Mulai Berlaku 10 Februari 2025
Trump Tepis Ancaman...
Trump Tepis Ancaman Resesi: Ekonomi AS dalam Masa Transisi di Tengah Perang Dagang
Sri Mulyani: Perang...
Sri Mulyani: Perang Dagang AS-China Bisa Berdampak ke Pemulihan Ekonomi
Berita Terkini
Harga Emas Antam Berkilau...
Harga Emas Antam Berkilau Sambut Akhir Pekan, Naik Rp17 Ribu jadi Rp2.650.000/Gram
17 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Merayap Naik ke 5.936, Transaksi Awal Cetak Rp629 M
1 jam yang lalu
Daftar 7 Negara OPEC+...
Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya
2 jam yang lalu
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
3 jam yang lalu
Kapal Tanker Pertamina...
Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Komitmen Jaga Pasokan Energi Nasional
12 jam yang lalu
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
12 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved