BPJS Ketenagakerjaan Bidik 12 Juta UMKM di Jatim

Jum'at, 07 Desember 2018 - 00:13 WIB
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Bidik 12 Juta UMKM di Jatim
A A A
SURABAYA - Perkembangan positif jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Jawa Timur, hingga 12 juta lebih menjadi bidikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Program jaminan sosial ini akan menggaet para pelaku UMKM itu untuk menjadi peserta BJS Ketenagakerjaan.

BPJS Keternagakerjaan Jawa Timur mencatat, hingga saat ini baru sekitar 10% dari total usaha kecil di Jawa timur yang sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Timur, Dodo Suharto mengatakan, pada tahun 2019 BPJSTK Jatim akan mulai menjalin kerja sama dengan Dinas Usaha Kecil Menengah Jawa Timur.

"Ini untuk menjaring UMKM agar mau menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan", katanya saat disela-sela pembukaan Monitoring dan Evaluasi Pengawasan Terpadu bersama Disnakertrans Jatim, di Mercurer Hotel Surabaya, Kamis (6/12).

Menurut Dodo, bidang usaha sektor non formal ini memiliki potensi besar, mengingat saat ini ada 12 juta lebih tenaga kerja pada UMKM yang belum terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. "Paling besar potensinya memang di perusahaan kecil itu. Di sana ada potensi 12,5 juta tenaga kerja yang belum terlindungi," papar dia.

Saat ada sekitar 2 jutaan perusahaan di Jawa Timur, baik perusahaan besar, sedang, dan kecil. Namun baru 68.448 perusahaan yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ia menjelaskan, dari total perusahaan yang sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, 90 persennya adalah perusahaan sedang atau besar di Jatim. " Jumlah tersebut meningkat sekitar 18 persen dibanding tahun 2017", ucapnya.

Sedangkan untuk jumlah tenaga kerja yang sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan Jatim pada 2018, tercatat 3.081.796 tenaga kerja. Jumlah tersebut meningkat sekitar 20% dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jatim Himawan Estu Bagijo menambahkan, monitoring dan evaluasi pengawasan harus terus dilakukan. Evaluasi itu untuk merumuskan kendala yang dihadapi di lapangan dan kemajuan yang diperoleh. "Karena saya kira setiap pengawas, setiap perusahaan itu tidak sama yang dihadapi. Bisa saling bertukar kelebihan dan kekurangan masing-masing," kata dia.

Himawan mengusulkan supaya pengawas ketenagakerjaan dari Disnakertrans Jatim yang berhasil meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bisa mendapat kredit poin. "Kredit poin tersebut nantinya bisa dijadikan sebagai pertimbangan untuk tenaga pengawas tersebut naik jabatan, dan lain sebagainya," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bikin Pekerja UKM Lebih...
Bikin Pekerja UKM Lebih Nyaman, Ini Peran Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
UU Ciptaker Beri Kemudahan,...
UU Ciptaker Beri Kemudahan, Pemberdayaan dan Perlindungan bagi Pelaku UMKM
Berita Terkini
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
49 menit yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
1 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
2 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
3 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
4 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved