Wall Street Jatuh Akibat Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi Global

Sabtu, 15 Desember 2018 - 08:19 WIB
Wall Street Jatuh Akibat...
Wall Street Jatuh Akibat Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi Global
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup jatuh pada perdagangan Jumat waktu setempat, merespons perlambatan ekonomi China dan Uni Eropa. Hal ini membuat pedagang khawatir akan ancaman perlambatan ekonomi global.

Melansir dari CNBC, Sabtu (15/12/2018), indeks Dow Jones Industrial Average turun 496,87 poin alias 2,02% menjadi 24.100,51, level terendah sejak awal Mei 2018. Kejatuhan Dow Jones juga dipimpin oleh menurunnya saham Apple dan perusahaan consumer goods Johnson & Johnson. Sepanjang tahun 2018 berjalan, Dow Jones telah turun 2,5%.

Indeks S&P 500 turun 1,91% menjadi 2,599.95, merupakan level terendah sejak April 2018. Pelemahan ini juga karena mundurnya saham-saham sektor teknologi dan kesehatan. Indeks sepanjang tahun ini telah melemah hingga 2,75%.

Nasdaq mundur 2,26% menjadi 6.910,66. Dan saham-saham teknologi berat yang selama ini menopang Nasdaq, sepanjang 2018 hanya naik 0,11%. Melemahnya seluruh bursa saham utama lebih dari 1% merupakan yang pertama sejak Maret 2016.

Kembali ke persoalan ancaman perlambatan ekonomi global, China melaporkan pertumbuhan penjualan ritel dan industri mereka di November, meleset dari ekspektasi. Produksi industri China hanya naik 5,4% pada November lalu, laju paling lambat dalam hampir 3 tahun.

Saham-saham di pasar Uni Eropa juga jatuh karena rilis data ekonomi Uni Eropa lebih lemah dari perkiraan. Indeks IHS Markit Flash Eurozone jatuh ke 51,7 pada bulan Desember, level terendah dalam empat tahun.

"Data ekonomi terus menunjukkan perlambatan. Karena data terus melambat, orang merasa kurang nyaman dan akhirnya melakukan aksi jual. Ini yang menyebabkan pasar melemah hari ini," kata Tom Martin, manajer portofolio senior di Globalt.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Saham Teknologi Jadi...
Saham Teknologi Jadi Primadona Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Mixed
Wall Street Jatuh Terseret...
Wall Street Jatuh Terseret Data Ekonomi dan Laporan Perusahaan
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit di Tengah Harapan Ekonomi, Saham Perbankan Melompat
Imbas Inflasi, Wall...
Imbas Inflasi, Wall Street Ditutup Melemah Khawatir Perlambatan Ekonomi Global
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Bervariasi, S&P 500 dan Nasdaq Menguat
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Melemah di Tengah Kejatuhan Saham Teknologi
Berita Terkini
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
38 menit yang lalu
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
1 jam yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
1 jam yang lalu
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
2 jam yang lalu
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
3 jam yang lalu
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
4 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved