RUPSLB CIMB Niaga Setujui Perubahan Dewan Komisaris dan Direksi

Rabu, 19 Desember 2018 - 18:44 WIB
RUPSLB CIMB Niaga Setujui...
RUPSLB CIMB Niaga Setujui Perubahan Dewan Komisaris dan Direksi
A A A
JAKARTA - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi CIMB Niaga. RUPSLB menerima dengan baik pengunduran diri Dato' Sri Nazir Razak dari jabatannya selaku Presiden Komisaris CIMB Niaga efektif sejak 19 Oktober 2018, serta Armida Salsiah Alisjahbana dan Wan Razly Abdullah dari jabatannya masing-masing selaku Komisaris Independen dan Direktur efektif mulai 1 Januari 2019.

Presiden Direktur CIMB Niaga, Tigor M. Siahaan, mengatakan RUPSLB juga menyetujui pemberhentian dengan hormat Tengku Dato' Sri Zafrul Tengku Abdul Aziz dari jabatannya selaku Komisaris CIMB Niaga dan secara bersamaan mengangkatnya sebagai Presiden Komisaris CIMB Niaga menggantikan Dato' Sri Nazir Razak.

"Para pemegang saham juga menyetujui untuk mengangkat Lee Kai Kwong selaku Direktur CIMB Niaga menggantikan Wan Razly Abdullah," kata Tigor usai RUPSLB CIMB Niaga di Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Masa jabatan Tengku Dato' Sri Zafrul Tengku Abdul Aziz berlaku sejak penutupan RUPSLB ini dan efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas uji kelayakan dan kepatutan (Tanggal Efektif) sampai dengan penutupan RUPST CIMB Niaga yang ke-empat setelah Tanggal Efektif.

Adapun masa jabatan Lee Kai Kwong adalah sejak 1 Januari 2019 dan efektif setelah mendapat persetujuan dari OJK (Tanggal Efektif), sampai dengan penutupan RUPST CIMB Niaga yang ke-empat setelah Tanggal Efektif.

"Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Dato' Sri Nazir Razak, Armida Salsiah Alisjahbana, dan Wan Razly Abdullah atas kontribusi yang telah diberikan, sehingga CIMB Niaga terus berkembang menjadi bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia," ungkapnya.

Dia juga mengucapkan selamat atas pengangkatan Tengku Dato' Sri Zafrul Tengku Abdul Aziz sebagai Presiden Komisaris dan selamat datang kepada Lee Kai Kwong.

Dengan formasi kepengurusan yang baru, lanjutnya, CIMB Niaga akan terus meningkatkan pencapaian yang telah diraih saat ini. Selain itu, dengan pengalaman panjang di dunia perbankan selama lebih dari 25 tahun, Lee Kai Kwong diharapkan dapat memperkuat strategi bisnis CIMB Niaga kedepan.

Pada RUPSLB kali ini, CIMB Niaga kembali menerapkan sistem pemungutan suara secara elektronik (e-voting) yang dapat dilakukan melalui monitor layar sentuh, smartphone dan mobile device lainnya.

"Inovasi ini kembali mengukuhkan CIMB Niaga sebagai perusahaan terbuka pertama di Indonesia yang menggunakan sistem e-voting dengan smartphone dan mobile device lainnya dalam RUPS yang validasinya dilakukan oleh Notaris dan Biro Administrasi Efek selaku pihak independen," pungkas Tigor.

Dengan demikian, susunan Pengurus CIMB Niaga menjadi sebagai berikut: Tengku Dato' Sri Zafrul Tengku Abdul Aziz sebagai Presiden Komisaris. Glenn Muhammad Surya Yusuf sebagai Wakil Presiden Komisaris. Zulkifli M. Ali, Pri Notowidigdo dan Jeffrey Kairupan menjabat sebagai Komisaris Independen, sedangkan David Richard Thomas sebagai Komisaris.

Adapun susunan direksi, Tigor M. Siahaan sebagai Presiden Direktur, Rita Mas’Oen, Megawati Sutanto, Vera Handajani, John Simon, Lani Darmawan, Pandji P. Djajanegara dan Hedy Lapian sebagai Direktur. Sedangkan Fransiska Oei menjabat sebagai Direktur Kepatuhan (Independen), Rahardja Alimhamzah dan Lee Kai Kwong sebagai Direktur.

Hingga akhir September 2018, perseroan telah mencatatkan laba bersih konsolidasi (tidak diaudit) sebesar Rp2,6 triliun atau naik sebesar 18% year-on-year. Menurut Tigor, pertumbuhan laba bersih tersebut didukung oleh pendapatan non bunga atau Non-Interest Income (NII) sebesar 23,6% menjadi Rp2,9 triliun.

"Dalam situasi perekonomian dan pasar yang masih menantang, CIMB Niaga berhasil menurunkan biaya pencadangan sebesar 26,8% sehingga mampu meningkatkan laba bersih sebesar 18,0% YoY menjadi Rp2,6 triliun," kata dia. Adapun total aset mencapai Rp260,6 triliun atau naik sebesar 3,4%.

Sementara itu, jumlah kredit yang disalurkan tumbuh 2,2% mencapai Rp182,8 triliun. Tigor menuturkan, dari total penyaluran kredit tersebut, kredit Konsumer tercatat sebesar Rp48,5 triliun (26%), dan kredit Usaha Kecil, dan Menengah (UKM) mencapai Rp36,1 triliun (20%).

Sementara wholesale banking menyumbang proporsi terbesar dari kredit yang disalurkan, dengan kredit Korporasi sebesar Rp66,1 triliun (36%), dan kredit Komersial sebesar Rp32,1 triliun (18%). Adapun total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp194,3 triliun yang didorong oleh pertumbuhan CASA sebesar 3,7% yoy.

"CIMB Niaga terus mengembangkan produk-produk berbasis digital untuk melengkapi layanan yang diberikan melalui kantor cabang," ungkapnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Lani Darmawan Resmi...
Lani Darmawan Resmi Jabat Presdir CIMB Niaga Gantikan Tigor M Siahaan
Presiden Direktur CIMB...
Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor Siahaan Resmi Mengundurkan Diri
Rekam Jejak Tigor M...
Rekam Jejak Tigor M Siahaan yang Baru Mundur dari Posisi Dirut CIMB Niaga
CIMB Niaga Angkat Dato’...
CIMB Niaga Angkat Dato’ Abdul Rahman Ahmad Sebagai Komisaris
Kuartal I, CIMB Niaga...
Kuartal I, CIMB Niaga Finance Bukukan Kenaikan Aset 64%
Cimb Niaga Beri Diskon...
Cimb Niaga Beri Diskon Belanja Online Selama Ramadhan
Berita Terkini
IHSG Nyungsep, Purbaya...
IHSG Nyungsep, Purbaya Tuding Rumor Downgrade S&P Jadi Biang Kerok
7 menit yang lalu
Didimax Rayakan Ulang...
Didimax Rayakan Ulang Tahun ke-27, Kepala Bappebti Berikan Apresiasi
12 menit yang lalu
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
38 menit yang lalu
Transisi Energi Bersih...
Transisi Energi Bersih Didoorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi
48 menit yang lalu
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
1 jam yang lalu
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
1 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved